<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>..:: Belajar Berbagi Inspirasi ::..</title>
	<atom:link href="http://dimasagil.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dimasagil.wordpress.com</link>
	<description>belajar menulis, untuk lebih memahami...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 08:29:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dimasagil.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1c0ffe76c8d911aacbf0aec21be80e40?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>..:: Belajar Berbagi Inspirasi ::..</title>
		<link>http://dimasagil.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dimasagil.wordpress.com/osd.xml" title="..:: Belajar Berbagi Inspirasi ::.." />
	<atom:link rel='hub' href='http://dimasagil.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sang Juara…tanpa Mahkota</title>
		<link>http://dimasagil.wordpress.com/2011/12/06/sang-juaratanpa-mahkota/</link>
		<comments>http://dimasagil.wordpress.com/2011/12/06/sang-juaratanpa-mahkota/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 01:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasagil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bijaksana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasagil.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Saya seorang anak sekolah menengah pertama.. jarak sekolah saya dengan rumah sekitar 20 km. Untuk sampai di sekolah, biasanya saya harus mendahului perjalanan panjang ini dengan sepeda sekitar 3 km. Maklum, desa saya belum dilewati bis antar kota saat itu. &#8230; <a href="http://dimasagil.wordpress.com/2011/12/06/sang-juaratanpa-mahkota/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=194&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya seorang anak sekolah menengah pertama.. jarak sekolah saya dengan rumah sekitar 20 km. Untuk sampai di sekolah, biasanya saya harus mendahului perjalanan panjang ini dengan sepeda sekitar 3 km. Maklum, desa saya belum dilewati bis antar kota saat itu. Sampai sekarang juga masih belum si..</p>
<p>Setelah sampai di penitipan sepeda, selanjutnya naek bus sampai ke kota, tepatnya di alun-alun kota. Untuk seterusnya jalan kaki sekitar 1,5 km hingga tiba di sekolah. Bila ingin pulang, harus jalan kaki dulu 1,5 km lagi ke terminal. Baru naek bis lagi hingga ke tempat penitipan sepeda dan, kita kayuh lagi sepedanya sampai rumah..</p>
<p>Jika lancar, biasanya berangkat dari rumah pukul 10.30 dan satu jam kemudian bisa lega bisa tiba di sekolah. Begitupun saat pulang, jika tidak ada hambatan, setelah bel pulang sekolah pukul 17.15 dibunyikan, harus segera menuju terminal agar tidak ketinggalan bis, dan sejam kemudian bisa segera makan di rumah.</p>
<p>Setiap hari kecuali hari Sabtu atau hari Libur aktivitas ini selalu dijalani, entah sedang panas terik ataupun sedang hujan gerimis. Entah apapun yang terjadi harus segera tiba di sekolah. Tidak usah repot-repot memikirkan terlambat, sekali saja ketahuan..wouww..hukuman guru BP siap menanti, sekaligus menambah catatan “dosa” di buku kuning.<span id="more-194"></span> Dibawa ke kelas-kelas, sambil berikrar “saya tidak akan terlambat lagi”wkwkwkwkk…Paling tidak hal ini saya jalani selama satu tahun ketika masih di kelas satu.</p>
<p>Suatu hari, ibu yang masih bekerja sebagai guru SD harus pergi ke kabupaten untuk berbelanja suatu barang. Sebelumnya, di pagi hari sudah membuat janji untuk diantar ibu. Maklum,biar bisa menghemat beberapa lembar uang ribuan.</p>
<p>Sebelumnya, sampai sebelum pukul 10.00 ibu masih mengajar kelas seperti biasa. Segera setelah angka 10 tertunjuk oleh jam dinding, tiba-tiba perasaan mulai resah. Ibu belum juga usai mengajar di kelas. Ada apa gerangan??? Wajahku sudah berubah merah nampaknya, mulai takut jika terlambat, masuk kamar dan marah-marah di dalam kamar.  “Gimana Ibu nih…udah jam sekian…bisa dihukum nih..”. Hingga akhirnyasambil marah air mata tiba-tiba turun, bercampur antara tak kuasa menahan marah dan hormat, sambil melempar beberapa alat kosmetik ibu..</p>
<p>Tak berapa lama, ibu pun datang..dengan baju abu-abu khas guru sd datang juga ke rumah. Melihat anaknya yang mericuhkan tatanan ruangan, nampaknya ibu juga sedikit marah. “Ya sudah…ayo berangkat”,kata ibu. Kami pun naek motor, nampaknya ibu juga terbawa suasana, motor pun digas lebih kenceng dari biasanya.</p>
<p>Sampai di alun-alun kota, ternyata jam masih menunjukkan waktu 11.15. Nampaknya diriku bisa bernafas lebih lega. “Ayo bu&#8230;cepetan”kataku. Kami pun melanjutkan perjalanan setelah traffic light berwarna hijau. Melewati jalan yang biasanya kuarungi dengan dua kaki, hari ini nampaknya agak lega.</p>
<p>Hingga kemudian, tak seberapa jauh..aku merasa ada yang aneh dengan motor ini. Tiba-tiba saja setir ibu seperti bergoyang-goyang. Semakin lama, guncangannya juga semakin terasa.. “Oh…jangan sekarang please…!!!”. Benar saja perasaanku, motor yang kami kendarai memang bocor di perjalanan. Turun juga diriku dari singgasana istimewa hari ini..</p>
<p>Kulihat ban belakang sudah kempes habis tak berudara lagi…sama seperti harapanku siang ini untuk bisa datang tanpa terlambat ke sekolah. Saat itu, motor adalah kendaraan berat bagiku, jadi belum kuat untuk sekedar menuntunnya. Ibu juga yang akhirnya turun tangan.. membawa motor sambil berjalan menepi dengan mesin yang masih nyala, kami menyusuri jalan ke sekolah sambil mencari tukang tambal ban. Entah kenapa, aku merasa malu sekali..sudah pake seragam, eh malah dorong-dorong motor siang-siang.</p>
<p>Syukur, di dekat sekolah..ada juga bengkel motor. Setelah memasukkan motor ke bengkel kami sebenarnya cukup lega.. Baju putihku nampaknya tidak bisa berbohong. Basah oleh keringat selama perjalanan siang itu. Ibu pun nampaknya mengalami hal yang sama. Kami memutuskan untuk jalan kaki menuju ke sekolah.</p>
<p>“Nak..ayo makan bakso dulu, gak mau pa?” Tanya ibu padaku. “engak ah bu..udah masuk e..”jawabku. “beneran gak mau…?”ibu bertanya lagi. Beberapa kali sambil jalan kaki. Ibu memintaku untuk menemani makan bakso. Tapi, diriku tetap bersikukuh,aku tidak bisa ikut makan siang ini… “ya sudah..ibu sendiri aja”kata ibu. “aku berangkat bu..”kataku. Kulihat ibu menyeberangi jalan ke tempat lapak bakso di deket sekolah sendirian,dengan baju abu-abunya yang nampak formal. Tapi, diriku berjalan ke arah yang sedikit berlawanan. Aku harus tetap masuk ke sekolah.</p>
<p>Entah kenapa, perasaanku kali ini agak trenyuh…tiba-tiba air mataku menetes seiring langkah kaki yang memasuki pintu gerbang sekolah. Semakin masuk ke dalam, air mata ini kayaknya semakin deras saja… saking menahannya, aku sampai berkali-kali mendongak ke atas, biar airnya tidak tumpah ke pipi.</p>
<p>Nampaknya aku salah mengambil keputusan, hatiku masih saja memikirkan ibu yang makan sendirian di lapak bakso. Bagaimana jika ada apa-apa dengan ibuku? Bagaimana jika motornya bermasalah lagi.. Bagaimana dan bagaimana lagi???</p>
<p>Kebiasaan anak-anak luar kota saat itu, melaksanakan sholat dluhur di sekolah. Aku sedikit berlari segera menuju ke masjid sekolah. Masih saja sambil menahan air mata tadi, segera kulepas sepatuku, kukeluarkan sarung biruku, segera menuju ke tempat wudlu… Kupakai segera sarungku dan kurayakan sedihku sambil menghadap Tuhan. Ohh..tapi bayangan ibu belum juga hilang dari rekaat ke rekaat yang kuambil. Tiap kali rukuk, ada saja tiba-tiba air yang jatuh ke lantai masjid,dari ujung mataku. Hingga akhirnya selesailah ibadahku..doaku pun hanya satu.. “lindungi ibuku Ya Allah..” tiba-tiba saja segala keangkuhan tadi mengaku. Berjejalan ingin segera diucapkan kepada Allah, agar tenang hati ini.. Nampaknya teman sebelahku merasakan sesuatu, tapi biarlah..nampaknya aku sudah terlajur larut degan pengakuan jujur siang itu. Keputusanku benar-benar membuat hati bergejolak…</p>
<p>Bel masuk kelas tiba-tiba berbunyi..segera saja puluhan anak berseragam putih baru berangsur-angsur menuju kelasnya masing-masing. 1 C, kelasku saat itu..jam pertama ini akan kuhabiskan bersama untuk belajar PPKn. Begitu guru masuk,,semua murid sudah tenang,maklum..beliaulah salah satu penegak disiplin di sekolah. Entah apa sebenarnya bab yang dibahas hari ini, tiba-tiba guru yang satu ini berbicara tentang pengabdian seorang anak kepada orang tua. “oh Allah…apalagi ini…”. Terang saja, bendungan ini langsung saja berontak, tak kuasa menahan luapan air yang sudah tak sabar keluar dari sudut mata yang sudah kering tadi. Sambil kuusap-usap di lengan seragm kananku. Ohh..guruku, kenapa Bapak berkisah hal ini, inikah yang kau takdirkan untukkku hari ini Allah… tak lama guru PPKn bercerita, tiba-tiba beliau langsung pergi dan hanya meminta siswa mengerjakan LKS. Ohhh….</p>
<p>Menyesal sekali hari ini hidupku… kenapa begitu mudahnya kuambil keputusan yang begitu konyol..hanya sekedar menemani makan siang pun diriku tak sanggup mengalah dengan egoku sendiri..</p>
<p>9 tahun setelah kisah ini, aku bertemu denga kisah yang lebih hebat…</p>
<p>Menjadi seorang insinyur, adalah impian banyak orang.. dan wisuda adalah bagian penting dari symbol strata ini..banyak mahasiswa yang memimpikannya. Bisa berfoto dengan keluarga, mendapat bunga dari sahabat, adalah ceremonial yang tidak kalah berkesan dengan toga-toga itu..</p>
<p>Tapi hari ini, sahabatku mengikhlaskannya dengan begitu mudah.. aku tidak tahu seberapa lama hatinya berkelahi,tapi pada hari yang ditentukan, dia tidak datang… Tak ada foto bertoga, tak ada senyum temannya, tak ada bunga seperti lainnya.. Dia sedang mengabdi kepada orangtuanya…Dia benar-benar memilih bersamanya..</p>
<p>Engkaulah Juaranya kali ini…walaupun tanpa mahkota…T.T</p>
<p>Selamat…</p>
<p><a href="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/12/dsc004691.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-196" title="merayakan sahabat" src="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/12/dsc004691.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasagil.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasagil.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasagil.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasagil.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasagil.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasagil.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasagil.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasagil.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasagil.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasagil.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasagil.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasagil.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasagil.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasagil.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=194&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasagil.wordpress.com/2011/12/06/sang-juaratanpa-mahkota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d579cfe5debc90284dfe8751b524ae3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasagil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/12/dsc004691.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">merayakan sahabat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menemukan Modal Usaha:dimana?</title>
		<link>http://dimasagil.wordpress.com/2011/09/27/menemukan-modal-usahadimana/</link>
		<comments>http://dimasagil.wordpress.com/2011/09/27/menemukan-modal-usahadimana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 05:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasagil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasagil.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Modal merupakan perihal yang penting dalam dunia usaha. Modal memegang peran yang besar karena berkaitan dengan core dari usaha yang akan dijalankan. Modal sering kali diartikan sebagai suatu bentuk materi yang akan digunakan dalam dunia usaha. Namun demikian, pada dasarnya &#8230; <a href="http://dimasagil.wordpress.com/2011/09/27/menemukan-modal-usahadimana/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=187&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Modal merupakan perihal yang penting dalam dunia usaha. Modal memegang peran yang besar karena berkaitan dengan core dari usaha yang akan dijalankan. Modal sering kali diartikan sebagai suatu bentuk materi yang akan digunakan dalam dunia usaha. Namun demikian, pada dasarnya dalam mendirikan usaha modal materi bukanlah satu-satunya modal yang harus dimiliki oleh banyak pihak pelaku usah.</p>
<p>Beberapa modal non materi yang juga harus dipenuhi bagi pelaku usaha diantaranya adalah modal mental dan etos kerja yang mumpuni. Dalam dunia usaha, mendapatkan kegagalan memang bukan pilihan semua orang, hanya saja tantangan demi tantangan yang akan dilewati oleh pelaku usaha juga tidak sedikit, sehingga diperlkan kesiapan yang prima.</p>
<p>Selain itu, moda non material yang harus diupayakan adalah strategi pengelolaan barang/jasa yang akan dipasarkan. Dengan memiliki modal berikut, maka seorang pelakau usaha sudah menentukan capaian-capaian yang bisa diperoleh sebagai target usahanya. Modal non material lainnya adalah relasi dan kemampuan komunikasi. Bertemu dengan banyak klien tentu saja membutuhkan skill khusus untuk berkomunikasi sehingga relasi akan semakin berkembang dari waktu ke waktu.</p>
<p>Setelah semua modal non material sudah dirasa cukup, maka pelaku usaha memulai untuk menentukan modal material yang kan digunakan. Tidak semua orang memiliki banyak materi sehingga bisa melakukan pembukaan usaha dengan cara yang mudah. Untuk memenuhi tujuannya mendirikan usaha, maka seorang pelakau usaha bisa mengoptimalkan beberapa pilihan alternatif untuk mendapatkan modal material, diantaranya:</p>
<p>1. Perbankan</p>
<p>Modal yang diperoleh dari perbankan biasanya berwujud pinjaman. Bank akan memberikan pinjaman kepada pelaku usaha yang memang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kredit dari Bank yang bersangkutan. Perlu diingat, bahwa pinjaman yang diberikan bank tentu saja memiliki konsekuensi bunga yang harus ditanggung oleh pelaku usaha.</p>
<p>Alternatif lain yang bisa diambil untuk melakukan pinjaman usaha bisa memilih bank atau lembaga keuangan yang mempunyai sistem bagi hasil. Dengan demikian, pelaku usaha tidak perlu takut akan bunga yang terus menumpuk, melainkan justru memacu untuk bekerja keras sehingga bisa membagi hasil usaha hingga pinjaman lunas.</p>
<p>2. Investor</p>
<p>Modal yan cukup banyak bisa juga diperoleh dengan menggaet investor untuk turut serta berinvestasi dalam usaha yang akan dilakukan. Investor akan memberikan modal kepada pelaku usaha dan proses pembagian keuntungan bisa dilakukan berdasarka kesepakatan aturan hukum yang berlaku.</p>
<p>3. Koperasi</p>
<p>Prose perolehan modal bisa dilakukan dengan pinjaman kepada koperasi yang bersedia memberikan pinjaman.</p>
<p>4. Menjadi Agen Produk/Jasa</p>
<p>Untuk menjadi agen dari suatu produk tertentu, biasanya pelaku usaha merupakan kepanjangan tangan dari produsen resmi suatu produk. Biasanya pelaku usaha hanya menyediakan tempat untuk melakukan usaha sekaligus bertanggung jawab atas usaha yang dilakukan. Selanjutnya, proses pembagian hasil usaha dilakukan dengan pemberian batas minimal dari produsen, sedangkan sisanya merupakan hal agen untuk mengolah produk dan mengambil keuntungan darinya.</p>
<p>5. Menjadi binaan dari suatu BUMN atau Lembaga</p>
<p>Untuk lebih memudahkan proses usaha, maka bisa juga diambil pilihan untuk mendaftarkan usaha atau rencana usaha yang dibuat kepada BUMN atau lembaga terkait. Dengan demikian, pelaku usaha akan mendapatkan modal dari BUMN atau lembaga tertentu sehingga bisas tetap melakukan core usahanya. Dalam praktiknya, modal usaha tersebut bisa dikembalikan seiring dengan laba usaha yang diperoleh dari penjualan.</p>
<p>6. Membuat Proposal Usaha Layak Jual</p>
<p>Alternatif ini merupakan cara yang cukup berkembang akhir-akhir ini mengingat animo pemerintah dan masyarakat kepada dunia usaha yang melonjak grafiknya. Secara pribadi atau kelompok, suatu anggota masyarakat bisa membuat proposal yang berisi rencana usaha dan didaftarkan pada suatu event tertentu sehingga mendapatkan pembiayaan dengan syarat-syarat yang telah disepakati.</p>
<p>Tapi jangan lupa juga..selama masih di dunia juga mencari modal untuk akherat kelak..percuma kan,sukses di dunia tapi di akherat di rebus juga..oke choy&#8230;^__^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasagil.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasagil.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasagil.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasagil.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasagil.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasagil.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasagil.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasagil.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasagil.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasagil.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasagil.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasagil.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasagil.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasagil.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=187&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasagil.wordpress.com/2011/09/27/menemukan-modal-usahadimana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d579cfe5debc90284dfe8751b524ae3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasagil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bikin Garuda ketawa,,ha,,ha,,</title>
		<link>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/16/bikin-garuda-ketawahaha/</link>
		<comments>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/16/bikin-garuda-ketawahaha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2011 09:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasagil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasagil.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Dunia ini memang memiliki banyak keindahan. Begitu perhatiannya Allah terhadap manusia, semua fasilitas penunjang hidup telah disediakan. Bahkan, ketika kita mungkin tidak sempat meminta, Allah mencukupkannya untk kita semua.. Sebut saja udara, mungkin tiap bangun tidur kita tidak pernah memohon &#8230; <a href="http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/16/bikin-garuda-ketawahaha/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=177&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia ini memang memiliki banyak keindahan. Begitu perhatiannya Allah terhadap manusia, semua fasilitas penunjang hidup telah disediakan. Bahkan, ketika kita mungkin tidak sempat meminta, Allah mencukupkannya untk kita semua.. Sebut saja udara, mungkin tiap bangun tidur kita tidak pernah memohon kepada Allah untuk dicukupkan pasokan oksigen buat kita. Hmmh….<a href="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/suporter3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-185" title="suporter" src="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/suporter3.jpg?w=150&#038;h=108" alt="" width="150" height="108" /></a></p>
<p>Tidak hanya itu, semua hal yang membuat kemualiaan manusia di dunia juga disediakan bagi mereka yang mau berikhtiar. Berbagai jenis makanan yang bisa menggoncang perut saking nikmatnya, berbagai kendaraan sehingga bisa bepergian dengan nyaman, sahabat karib yang begitu perhatian, wanita dengan segala kelebihan dan kekurangannya, ataupun anak yang bisa dibanggakan, serta masih banyak harta materi yang lain. Jangan lupa, harta non-material yang lain, ketenangan, rasa aman, rasa tenang, kedamaian, dll.</p>
<p>Tapi, karena memang sifat manusia yang sering lupa, kadang kita berlebihan dalam berbangga menikmati semua kenikmatan. Melupakan dari siapa semua tadi berasal, mulai berani meremehkan orang lain karena  tidak bisa menyamai, mulai merasa sombong, dan bisa jadi melupakan syukur.. dicabut da nikmatnya,,,</p>
<p>Belajar dari PSSI… bukan berarti memihak salah satu… Hanya saja, ada hal menarik yang sebenarnya bisa diambil pelajaran. Saat ini, drama PSSI belum juga berakhir.<span id="more-177"></span> Entah, pihak mana yang sebenarnya tidak bersalah. Salah satu pihak, mengatasnamakan kebaikan, merasa pimpinan PSSI harus diganti karena sudah sarat dengan politis. Politisnya mungkin gpp, mungkin karena tindakannya (diduga) kotor, jadinya malah pada anti.<br />
Di pihak lain, ada yang tidak mau dilengserkan dari kursi empuknya. Begitu nikmat berada di tampuk kepeimimpinan,  sehinga ga mau dipindah dari singgasananya. Tentu dengan berbagai alasan juga.</p>
<p>Yang menarik adalah, semua pihak memberikan cara untuk membenarkan apa yang telah dilakukannya. Pihak satu, melapor pada instansi yang lebih berwenang. Didapatkanlah informasu bahwa pemimpin PSSI yang sekarang memang tidak seharusnya ada di kepemimpinan. Dengan berbagai bukti, surat serata kunjungan langsung, sowan ke mbah Sep Blatter, akhirnya di dapatkan berita yang mengguncang. Memang sudah seharusnya PSSI di benahi, termasuk kepemimpinanya (begitulah kira-kira intinya..)</p>
<p>Di lain pihak, yang sekarang sedang berada di singgasana PSSI terus saja membantah apa yang disampaikan. Yang katanya ga benar lah, yang katanya ga mungkinlah, yang katanya gini dan gitu,,,dan semua hal yang menggemaskan lainnya. Pertarungan fakta kemudian dimulai. Sayangnya, fakta yang diberikan ke publik pub berdasarkan paradigm dan logika masing-masing.</p>
<p>Misalnya saja masalah surat dari FIFA agar pemimpin sekarang ga maju lagi, intinya “ bang…nte udah ga pantes nih,,,ente habis masuk penjara sih,,,mau gimana lagi,,,!” Lah…giliran yang diomongin, malah membantah,,”chuy..surat itu ga datang chuy…klo emang aye ga boleh jadi ketua,,ngapain aye diamanahin jadi Exco Asian Cup,,dan apalah namanya… fiiuuuuhhh…  dan serangkaian fakta lain yang diberikan….</p>
<p>Cuma nyaranin aja sih,,,suatu saat,,,semua fakta ini akan dibuka sama Tuhan,,, sampai kelihatan terang benderang kaya bulan di tanggal 15. Jelas..banget siapa yang udah jadi pengkhianat di negeri sendiri. Sebenarnya reputasi juga yang dipertaruhkan. Percuma kan, udah melakukan banyak investasi social. Klo nanti udah keungkap bener, memang si bisa pake minta maaf sama warga Indonesia, cumin nama bapak-bapak akan terus diinget,,bahkan akan dikasih tahu ke anak-anaknya warga,,”tuh lo Nak,,,orang yang sukanya bo’ong…ga baik tuh orang..jangan ampe kaya gitu ya…” Belum lagi keluarga bapak sendiri, pasti malu banget…ga tahu sih kaloi ga tahu malu..ato malah ngabur ke luar negeri biar ga stress..kan lagi ngetrend…</p>
<p>Gitu aja sih…kasian intinya kalian tuh… klo dikasi kekuasaan makanya jangan dipake seenaknya,,, gitu ya…  ,saya belajar juga nih dari drama ini,,,,<a href="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/masih-gauda.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-180" title="masih gauda" src="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/masih-gauda.jpg?w=150&#038;h=82" alt="" width="150" height="82" /></a></p>
<p>Bravo sepak bola nasional… bikin garuda tersenyum lagi…. Ketawa juga boleh… !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasagil.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasagil.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasagil.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasagil.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasagil.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasagil.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasagil.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasagil.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasagil.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasagil.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasagil.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasagil.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasagil.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasagil.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=177&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/16/bikin-garuda-ketawahaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d579cfe5debc90284dfe8751b524ae3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasagil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/suporter3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">suporter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/masih-gauda.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">masih gauda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Power Handling BTS Telekomunikasi</title>
		<link>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/power-handling-bts-telekomunikasi/</link>
		<comments>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/power-handling-bts-telekomunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 16:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasagil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasagil.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana  yang sudah sama-sama kita ketahui, dalam sebuah system telekomunikasi seluler, sebenarnya terdapat beberapa pembagian fungsi kerja jaringan. Dalam terminologinya, dikenal istilah Mobile System atau User Equipment yang lebih tersohor dengan sebutan handset. Selain itu, terdapat teknologi akses dengan melibatkan &#8230; <a href="http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/power-handling-bts-telekomunikasi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=175&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagaimana  yang sudah sama-sama kita ketahui, dalam sebuah system telekomunikasi seluler, sebenarnya terdapat beberapa pembagian fungsi kerja jaringan. Dalam terminologinya, dikenal istilah Mobile System atau User Equipment yang lebih tersohor dengan sebutan handset. Selain itu, terdapat teknologi akses dengan melibatkan gelombang radio dan stasiun pengolah, yan disebut Base Sub System (BSS).</p>
<p>Terminologi BSS pun semakin hari semakin berkembang kontennya. Ketika telekomunikasi 2G menyerbu, dikenallah Base Transceiver Station (BTS) dan juga Base Station Controller (BSC) sebagai bagian integral dalam sebuah system BSS. Keduanya saling terkoneksi secara bertingkat termasuk pada system di atas BSC.</p>
<p>Salah satu bagian yang nampak dalam teknologi BSS adalah kehadiran BTS telekomunikasi. Tidak seperti sinyal atau gelombang radio yang masih nampak absurd, wujud BTS begitu konkrit. Dipasang pada suatu area tertentu untuk mengcover ketersediaan gelombang di area tersebut. Sebagai stasiun pengirim sekaligus penerima, memang BTS mempunyai kinerja yang sangat berpengaruh. Perluasan jaringan, yang dilakukan sebuah operator telekomunikasi, tentu saja diindikasikan oleh fisik BTS yang juga tersebar.</p>
<p>Sebuah Base Transceiver Station (BTS) mempunyai fungsi untuk<span id="more-175"></span> menerima akses telekomunikasi dari sebuah handset yang ingin berkomunikasi dengan pengguna yang lain. Dikenai proses pensinyalan dan juga pengiriman data menuju BSC untuk diolah lebih lanjut. Selain proses pengiriman dan penerimaan data, maka sebuah BTS juga bertugas untuk menghandle proses handover. Handover adalah mekanisme handling sebuah handset yang berpindah dari suatu area coverage BTS satu pada BTS yang lain. Hal ini tentu saja wajar sebagai bentuk tanggung jawab atas penyelenggaraan system seluler.</p>
<p>Untuk melakukan tugas berat tersebut, maka sebuah BTS tetap saja membutuhkan asupan daya berupa listrik. Asupan daya ini digunakan untuk menjalankan semua proses yang berkenaan dengan BTS tersebut. Dengan demikian, ketersediaan daya dalam operasional sebuah BTS menjadi bagian penting yang harus ada, kecuali operator memilih untuk merugi akibat blocking akses.</p>
<p>Melihat tugas yang begitu berat, maka idealnya sebuah BTS tidak boleh jatuh (failed). Jatuhnya sebuah BTS akan mematikan semua akses pada coveragenya. Dengan demikian, perlu dibuat sebuah mekanisme katahan daya agar BTS tetap hidup. Mekanisme teknis “elite” untuk menjaga pasokan daya dengan menjamin ketersediaan daya, hingga mekanisme penjagaan secara konvensional, untuk menjaga baterai BTS dari keisengan maling.</p>
<p>Sebuah BTS rata-rata mendapatkan pasokan daya dari listrik PLN. Sehingga, operator telekomunikasi, mau tidak mau harus tetap membayar kompensasi penggunaan listrik untuk menghidupi BTS pada PLN. Namun demikian, kadang ditemui aliran listrik mati. Nah, untuk menjaga agar BTS tetap hidup, maka disediakan sumber cadangan yang berasal dari generator set (genset). Dengan sensor tertentu, maka ketika listrik padam, maka genset akan otomatis menyala dala beberapa waktu hingga penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Inila domain pengembangan energy yang terjadi pada operator telekomunkasi. Pada beberapa BTS yang berada di kepulauan, sangat rentan bila menyediakan genset pada blok BTS. Hal ini lebih didasarkan pada factor keamanan genset dari penurian. Sehingga, para operator mengoptimalkan penggunaan solar cell untuk melakukan charging pada baterai. Dengan demikian BTS akan berfungsi kembali.</p>
<p>Semua hal di atas, masuk dalam salah satu kategori gangguan pada BTS. Secara umum, gangguan pada BTS sebenarnya dibagi menjadi dua, yaitu internal dan ENVA. Gangguan internal, lebih dikarenakan akibat kerusakan atau error pada BTS system. Misalnya pengiriman data transmisi E1 (2 Mbps) yang bermasalah atau error pada modul dalam kabinet. Sedangkan ENVA adalah kerusakan akibat factor diluar kabinet. Misalnya saja, kebakaran, kehilangan power, atau yang lain.</p>
<p>Semua hal ini, berkat kecanggihan system remote, bisa dikontrol meggunakan peralatan elektronis dengan menerjemahkan beberapa alarm sinyal yang dipasang terhubung dengan sekian sensor yang ada. Termasuk pula alarm buka pintu blok BTS, yang sering terjadi. Alarm  buka pintu cukup unik. Indikasi buka pintu hanya diterjemahkan dalam 2 bahasa, maintenance dan kecurian…hmmh..</p>
<p>Bravo BSS Engineer…!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasagil.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasagil.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasagil.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasagil.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasagil.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasagil.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasagil.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasagil.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasagil.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasagil.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasagil.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasagil.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasagil.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasagil.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=175&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/power-handling-bts-telekomunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d579cfe5debc90284dfe8751b524ae3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasagil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekedar ide,,</title>
		<link>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/should-do-electrical/</link>
		<comments>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/should-do-electrical/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 15:45:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasagil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Energi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasagil.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Melihat keterbatasan dalam ketersediaan energi listrik, maka ada beberapa  hal yang sebenarnya bisa dilakukan. Solusi dari keterbatasan tadi adalah mekanisme penghematan dan upaya pengembangan power plant. . &#62;&#62;&#62; Penghematan Salah satu paradigma yang hari ini berkembang ketka dihadapkan dengan permasalahan &#8230; <a href="http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/should-do-electrical/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=168&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat keterbatasan dalam ketersediaan energi listrik, maka ada beberapa  hal yang sebenarnya bisa dilakukan. Solusi dari keterbatasan tadi adalah mekanisme penghematan dan upaya pengembangan power plant. .</p>
<p>&gt;&gt;&gt; Penghematan</p>
<p>Salah satu paradigma yang hari ini berkembang ketka dihadapkan dengan permasalahan penghematan adalah pada sisi intensitas penggunaan, Bukan hal yang salah, dengan mengurasngi konsumsi listrik pada saat beban puncak, memberikan hasil efektif untuk menekan daya yang harus dikonsumsi untuk melayani beban puncak.</p>
<p>Namun, penghematan tidak hanya dilakukan dengan cara konvensional, mengurangi intensitas penggunaan tenaga listrik, tetapi bisa juga dilakukan dengan cara yang lain. Memilih alat rumah tangga dengan efisiensi yang cukup tinggi, penggunaan lampu hemat energy, dll.  Salah satu ide menarik terkait dengan penghematan adalah optimalisasi tipologi bangunan. <em>Sustainble architecture </em> adalah sebuah teori pembuatan bangunan yang efektif. <span id="more-168"></span>Artinya, bangunan perumahan yang nantinya akan dibagun, dibuat sedemikian rupa sehingga intensitas cahaya matahari pada siang hari cukup memenuhi kebutuhan peneragan pada saat itu. Belum lagi pembuatan ventilasi yang benar, akan menghemat penggunaan AC untuk penyejuk ruangan.</p>
<p>Penggunaan fuel cell pada alat elektronik sebagai pengganti baterai konvensional yang harus di<em>charge</em> juga merupakan upaya dalam efisiensi. Salah satu penemuan menarik adalah DMC (<em>Direct Methanol Fuel Cell</em>). Dengan alat ini, baterai pada alat elektronik portable bisa diganti. Beberapa pabrikan notebook telah mengganti penggunaan baterai-nya dengan DMFC. Berita menarik lain penggunaan Fuel Cell adalah sepeda motor berbahan bakar fuel cell karya BPPT. Walaupun harga produksi masih mahal, paling tidak streotip alternatif sumber energy telah mulai didupayakan.</p>
<p>&gt;&gt;&gt; Pengembangan Power Plant</p>
<p>Optimalisasi pembangkitan listrik adalah upaya yang tidak bisa ditinggalkan. Studi dan penelitian mendalam terkait dengan hal ini harus tetap dilakukan. Salah satu permasalahan yang dihadapai dalam mekanisme pembangkitan penggunaan bahan bakar fosil sebgai bahan yang masih mutlak diperlukan.</p>
<p>Beberapa pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan minyak bumi dan batubara sebagai bahan bakar prosesnya. Penggunaan batubara memang cukup rasional, dengan harga yang relating murah dan ketersediaan yang cukup melmpah, adalah alasan kuat penggunaan batubara masih dipertahankan.</p>
<p>Usaha yang harus dilakukan oleh negeri ini agar permasalahan ini bisa teratasi adalah dengan upaya diversifikasi energi. Diversifikasi energi ini terkait dengan penganekaragaman penyediaan dan pemanfaatan energi. Penyediaan sumber energy hendaknya sudah mulai merambah jenis lain, tidak hanya berkutat denga bahan bajar fosil.</p>
<p>Sumber daya energy lain yang masih bisa dioptimalkan adalah panas bumi, gas alam, air, angin, bio gas, dsb. Penggunaan air sebagai tenaga untuk memutar turbin pada pembangkit mikro hidro adalah cukup efektif dan memadai untuk melayani kebutuhan listruk dalam sekup area yang kecil. Walapun hal penggunaan teknologi ini masih bergantung pada intensitas dan keajegan debit air, tapi hal tersebut bisa dipertimbangkan.</p>
<p>Penggunaan angin di daerah pantai adalah ide yang cukup signifikan. Angin yang terdapat di daerah pantai bisa digunakan untuk memutar turbin listrik. Tenaga yang dihasilkan memang tidak terlalu besar. Namun, tenaga yang dihasilkan bisa disimpan terlebih dahulu dalam bentuk tenaga accumulator sehingga disa dipakai di lain waktu.</p>
<p>Optimalisasi bio gas adalah hal yang cukup menarik. Bagaimana kemudian kita bisa menyediakan tenaga melalui bahan nabati yang tersedia di ingkungan. Dalam skala kecil proyek ini cukup relevan dalam penyediaan sumber energy bagi daerah skla kecil. Dalam skala yang lebih besar, kita boleh belajar dari pembangkit listrik Sarbagita di Bali yang memanfaatkan sampah sebagi bahan bakar proses pembangkitannya.</p>
<p>Masih banyak hal lain dari negeri yan harus dioptimalkan, Studi mendalam mengenainya harus tetap berjalan. Sebagai kaum intelektual, tentu bukan hanya bisa menuntut, melainkan turut bekerja bersama untuk membangun negerinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasagil.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasagil.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasagil.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasagil.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasagil.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasagil.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasagil.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasagil.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasagil.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasagil.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasagil.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasagil.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasagil.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasagil.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=168&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/should-do-electrical/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d579cfe5debc90284dfe8751b524ae3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasagil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas listrik</title>
		<link>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/sekilas-listrik/</link>
		<comments>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/sekilas-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 15:41:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasagil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Energi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasagil.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Listrik adalah bahasan yang tidak akan pernah hilang dari topik energi di Indonesia, karena sebagian besar energi di Indonesia terberdayakan untuk menyediakan listrik. Listrik adalah benda potensial yang krusial. Keunggulan listrik harus dipahami karena mekanisme konversinya yang luas dan efektif, &#8230; <a href="http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/sekilas-listrik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=166&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Listrik adalah bahasan yang tidak akan pernah hilang dari topik energi di Indonesia, karena sebagian besar energi di Indonesia terberdayakan untuk menyediakan listrik. Listrik adalah benda potensial yang krusial. Keunggulan listrik harus dipahami karena mekanisme konversinya yang luas dan efektif, namun karena berbagai factor, ketersediaannnya menjadi terbatas. Isu yang berkembang pada permasalahan listrik tidak akan jauh-jauh dari permasalahan ketersediaan daya dan upaya penghematan.</p>
<p>Ketidakseimbangan konsumsi listrik dan kapasitas pembangkitan, mengharuskan setiap pihak terkait harus bekerja keras. Guna meningkatkan kapasitas pembangkitan tenaga listrik, maka berbagai proyek pembangunan pembangkit (power plant) harus segera dilaksanakan. Rata-rata pembangkit tenaga yang ada di Indonesia masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai raw material untuk memutar turbin pembangkitnya. Artinya, peningkatan kapasitas pembangkit, akan sangat terpengaruh oleh ketersediaan bahan bakar yang dimaksud. Maka dari itu, diperlukan usaha untuk mengembangkan pembangkit baru misal PLTP (panas bumi) atau dengan sumber tenaga bio gas.</p>
<p>Selain pada proses pembangkitan, kendala yang harus diatasi adalah losses yang terjadi pada proses transmisi. Penggunaan peralatan tanpa maintenance yang memadai membuat efisiensi alat menurun, sehingga peluang losses daya saat transmisi semakin besar. Belum lagi ulah masyarakat yang “mencuri listrik”. Mau tidak mau hal ini akan berpengaruh pada kontinuitas dan kehandalan.</p>
<p>Selain hal tersebut, perlu diketahui bahwa masih banyak tempat di negeri ini yang belum bisa menikmati listrik sama sekali. Artinya, persebaran listrik sendiri tidaklah merata. Sehingga riset mengenai hal ini harus benar-benar disiapkan. Pembentukan power plant baru, system transmisi dan distribusi, memang membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena itu, hal ini perlu mendapat penanganan khusus.</p>
<p>Bravo..Engineer listrik..!</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasagil.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasagil.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasagil.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasagil.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasagil.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasagil.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasagil.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasagil.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasagil.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasagil.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasagil.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasagil.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasagil.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasagil.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=166&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/sekilas-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d579cfe5debc90284dfe8751b524ae3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasagil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jejak Energi [punya] kita</title>
		<link>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/jejak-energi-punya-kita/</link>
		<comments>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/jejak-energi-punya-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 15:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasagil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Energi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasagil.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia adalah sebuah Negara yang benar-benar kaya. Potensi pertumbuhan menuju bangsa yang mandiri sebenarnya bukan sebuah pemikiran tanpa dasar. Melainkan, upaya yang kurang optimal, yang membuat sebagian besar rakyatnya terdiam hanya bisa menerima keadaan belum bisa mengoptimalkan pengolahan sumber daya &#8230; <a href="http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/jejak-energi-punya-kita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=163&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia adalah sebuah Negara yang benar-benar kaya. Potensi pertumbuhan menuju bangsa yang mandiri sebenarnya bukan sebuah pemikiran tanpa dasar. Melainkan, upaya yang kurang optimal, yang membuat sebagian besar rakyatnya terdiam hanya bisa menerima keadaan belum bisa mengoptimalkan pengolahan sumber daya di Indonesia.</p>
<p>Kita adalah sebuah Negara dengan gugusan pulau besar dan kecil yang membujur dari Sabang hingga Merauke. Potensi kepulauan ini membuat Indonesia berpeluang untuk memberdayakan sumber daya perairannya. Penambangan lepas pantai, potensi teluk dan tanjung, budidaya perikanan, hingga pariwisata.</p>
<p>Belum lagi kandungan kekayaan yang terdapat di tanah Indonesia. Tanah yang relative subur membuat masyarakat di negeri mampu bercocok tanam. Walaupun masih belum optimal, paling tidak dalam jangaka lima tahun ini kita bisa merasakan nikmatnya berswasembada beras. Potensi perkebunana hingga peternakan adalah hal lain yang tidak bisa dipisahkan.</p>
<p>Pada episode ini tidak akan diterangkan semua hal yang berkaitan dengan penjelasan di atas.Melainkan, akan diterangkan beberapa hal terkait sumber daya yang hari ini menjadi sebuah isu global selain isu pangan dan isu keuangan, <span id="more-163"></span>yaitu energy. Energi adalah sebuah valuta universal yang dipakai oleh semua manusia untuk bertahan hidup dan mengembangnkan hidup. Mengingat besar potensi yang dihasilkan dari energy, maka pengelolaannya harus mapan dan terpadu. Bahkan, salah satu penyebab salah satu perkara perang di dunia ini adalah karena permasalahan energy.</p>
<p>Bagaimana dengan Indonesia. Potensi energi  yang bisa dimanfaatkan sebenarnya cukup banyak. Minyak bumi yang bisa diambil dari tanah Indonesia mencapai 8,82 miliar barel pada tahun 2003. Masih pula tersedia gas alam mencapai 178,13 TCF, tenaga air yang bisa “digenjot” hingga 75.000 MW, dan berbagi jenis batubara yang lain. Selain jenis energi di atas, kita masih bisa mengoptimalkan energy lain yaitu, angin, solar cell, fuel cell, bio fuel, bio gas, bahkan pemanfaatan energi nuklir. *</p>
<p>Optimalisasi pengolahan sumber  daya energi sebenarnya terkait pula dengan pola konsumsi dan tingkat pendidikan masyarakat. Walau bagaimanapun, jika sebagian besar rakyat Indonesia masih sibuk dengan urusan perut, maka akan susah untuk mengajak mereka untuk mendayagunakan akalnya dalam usaha pemanfaatan.</p>
<p>Hari ini kita semua sadar, bahwa eksplorasi sumber energy di Indonesia banyak yang telah diambil alih oleh perusahaan dan pengusaha asing. Kita tidak menampik fakta bahwa dari mekanisme seperti ini Indonesia juga mendapat keuntungan. Pengembangan daerah setempat, penyerapan tenaga kerja, bahkan jumlah pajak semuanya adalah bagian positif yang diterima Indonesia.</p>
<p>Tapi, kita tidak boleh menutup mata, sebesar apapun kompensasi yang kita peroleh, tetap saja bagian dari empunya usaha tetap jauh lebih besar. Artinya, kita tetap saja hanya diuntungkan dalam prosentase kecil. Sebenarnya banyak pihak yang terkait dan cukup beralasan. Dari sumber daya manusia yang belum ahli, hingga regulasi yang belum tegas membuat hal ini tetap saja terjadi. Misal, ketika harga batubara di dunia melonjak, maka pengusaha batubara Indonesia berduyun-duyun menjualnya ke luar negeri. Padahal batubara adalah komponen penting dalam usaha kelistrikan, alhasil PLN mengalami kekurangan daya, dan lagi-lagi hal ini diatasi degan dibelakukakannya pemadaman bergilir.</p>
<p>Hal ini masih ditambah kultur rakyat Indonesia yang masih suka bernyaman ria dan sulit berkembang. Diversifikasi energy adalah poin penting yang harus diperimbangkan. Bagaimanapun, 220 juta lebih rakyat Indonesia tidak akan selamanya bisa bergantung pada minyak bumi. Pemanfaatan itu harus diragamkan jenisnya. Mulai untuk melakukan banyak pengembangan untuk menemukan energy alternative, adalah upaya yang mutlak diperlukan karena ketersediaan energy fosil semakin menipis. Studi dan pengujian tentang nuklir harus tetap berjalan. Pemanfaatan gas pun harus sudah mulai dilakukan merata, karena cadangan gas masih cukup banyak, selain karena subsidi BBM telah dikurangi. Pengujian jarak sebagai bahan pembuatan bio fuel harus mulai digalakkan. Studi dan pengembangan bio gas dan pemanfaatan tenaga air juga merupakan solusi yang cukup menarik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>* data kuantitatif source: ESDM 2003 dan 2004</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasagil.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasagil.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasagil.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasagil.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasagil.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasagil.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasagil.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasagil.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasagil.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasagil.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasagil.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasagil.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasagil.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasagil.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=163&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/jejak-energi-punya-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d579cfe5debc90284dfe8751b524ae3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasagil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Profesional Berkualitas</title>
		<link>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/menjadi-profesional-berkualitas/</link>
		<comments>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/menjadi-profesional-berkualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 15:14:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasagil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasagil.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa pelatihan, sering kali diberitahukan beberapa pilihan masa depan yang bisa diraih. Dengan segala usaha yang sudah dilakukan selama beberapa tahun menuntut ilmu di kampus, maka dikenal beberapa lokus performansi masa depan, Public Sector, Private Sector, atau Third Sector &#8230; <a href="http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/menjadi-profesional-berkualitas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=159&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Dalam beberapa  pelatihan, sering kali diberitahukan beberapa pilihan masa depan yang  bisa diraih. Dengan segala usaha yang sudah dilakukan selama beberapa  tahun menuntut ilmu di kampus, maka dikenal beberapa lokus performansi  masa depan, Public Sector, Private Sector, atau Third Sector (kayake  gitu..).</p>
<p>Public sector, berarti memilih untuk  berkontribusi dalam wilayah-wilayah publik. Mempunyai frekuensi  interaksi dengan publik lebih banyak. Akrab dengan masyarakat, menjadi  tokoh yang dikenal dan beberapa konsekuensi yang lain. Misalnya  presiden, menteri, pejabat, anggota DPR, atau tokoh publik yang lain,  termasuk Ketua RT.</p>
<p>Private sector, lebih dikenal renyah  dengan swasta (private).<span id="more-159"></span> Menjadi profesional yang bekerja di perusahaan  pribadi atau company yang lain. Menjadi manajer riset, teknisi, akuntan,  dokter, arsitek, ahli biologi, ahli obat, atau bahkan menjadi dukun  pijat. Semuanya terkait dengan performansi yang yang dilakukan secara  profesional. Dikerjakan dengan SOP (walaupun kadang ada yang  mengartikannya &#8220;bekerja seperti robot&#8221;, tapi itulah SOP).</p>
<p>Third  sector, biasanya diisi oleh manusia-manusia hebat (bukan berarti yang  lain tidak hebat). Mereka hadir dengan aroma baru, untuk menjaga sesuatu  yang menjadi bagian dari pemikirannya. Mendirikan LSM untuk HAM,  perlindungan Buruh, aliansi tertentu, atau juga yang lain.</p>
<p>Jika  berbicara masalah harta, nampaknya semua orang juga mengetahui,  layaknya kurva normal (ini hanya asumsi), private sector rata-rata  memberikan hasil yang lebih berlimpah dibanding yang lain. Buah bekerja  secara profesional sesuai dengan SOP memberikan kontribusi besar dalam  meningkatkan kesejahteraan. Itulah kenapa buruh pabrik lebih banyak  dibanding buruh tani, atau banyak yang tidak jadi ngambil S2 (mungkin)  karena sudah merasa cukup. [masalah harta sampai disini saja].</p>
<p>Hanya  saja, kadang kala, menjadi seorang profesional nampaknya juga menjadi  dilema tersendiri. Bagi anak muda yang sudah kental dengan aroma  pemikiran tertentu, yang cenderung ketat dan bercita-cita besar untuk  mejadi pahlawan (hanya sebutan saja) bagi masyarakatnya, harus  benar-benar memperhitungkan beberapa paramter berikut.</p>
<p>Bila  suatu hari berada dalam lingkungan profesional (kebetulan dalam  prusahaan bonafid juga), maka coba dilihat kembali, jika saja keberadaan  kita ternyata tidak memberikan banyak hal untuk &#8220;cita-cita yang lebih  besar&#8221;. Menurut saya ada beberapa hal kenapa hal ini bisa terjadi :</p>
<p>1. Kompetensi yang dimiliki memang tidak mencukupi untuk menjadi expertise di bidangnya, sehingga kontribusinya menjadi minim.</p>
<p>2.  Lingkungan kerjanya tidak mendukung untuk mendukung aktivitas yang  lain, sehingga merasa seperti terpenjara. Akhirnya hasilnya pun tidak  baik.</p>
<p>3. Memang sudah bosan untuk mengejar &#8220;cita-cita yang lebih tinggi&#8221;. Merasa sudah selesai perjuanganya dan memilih mundur.</p>
<p>4. Memang kerja profesional yang dijalani tidak bersinggungan dengan  elemen yang menjadi cita-citanya.</p>
<p>5.  Tersilaukan oleh banyak hal kemewahan yang mejadi fasilitas. Sehingga  enggan untuk meraih yang lain.</p>
<p>Sehingga..inilah  yang perlu disiapkan mulai dari sekarang. Saya tidak sedang mengatakan  memilih 1 jalan dan memfokuskan hanya pada jalan itu adalah pilihan yang  paling tepat. Kita tidak pernah tahu, akan seperti apa kita di masa  depan. Hanya saja, kita harus siap dengan serangkaian perihal besar yang  bisa jadi tiba-tiba menghampiri. So&#8230;mulai sekarang, harus mulai  mempersiapkan lebih banyak perbekalan. Belajar untuk memiliki kapasitas  ekstra. Menjadi extraordinary&#8230;</p>
<p>Jangan sampai, &#8220;cita-cita  yang tinggi&#8221; terhijab oleh berbagai hal yang sebenarnya bisa  diatasi.Menyerah sebelum waktunya, memilih jalan berbalik dikala  harusnya lurus menatap ke depan.. dan akhirnya menjadi pecundang yang  kabur dari medan pertempuran. Semoga kita semua sama-sama dikuatkan dan  dijaga oleh  Yang Maha Perkasa untuk melakukannya.</p>
<p>Mari bersama-sama saling menyiapkan bekal&#8230; [bekal terbaik tetap taqwa koq..., yang ini mahal harganya]</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasagil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasagil.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasagil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasagil.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasagil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasagil.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasagil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasagil.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasagil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasagil.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasagil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasagil.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasagil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasagil.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=159&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/menjadi-profesional-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d579cfe5debc90284dfe8751b524ae3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasagil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas 1G to 3G</title>
		<link>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/sekilas-1g-to-3g/</link>
		<comments>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/sekilas-1g-to-3g/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 07:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasagil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasagil.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi seluler adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam perkembangan teknologi secara umum. Dimulai dari penemuan radio oleh Marconi, hingga akhirnya riset dalam laboratorium Bell yang menghasilkan telepon dengan kabel untuk yang pertama kalinya (wire telecommunication). Teknologi telekomunikasi terus berkembang &#8230; <a href="http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/sekilas-1g-to-3g/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=156&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teknologi seluler adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam perkembangan teknologi secara umum. Dimulai dari penemuan radio oleh Marconi, hingga akhirnya riset dalam laboratorium Bell yang menghasilkan telepon dengan kabel untuk yang pertama kalinya (wire telecommunication).</p>
<p>Teknologi telekomunikasi terus berkembang hingga akhirnya ditemukan kembali teknologi mutakhir tanpa menggunakan kabel (wireless telecommunication). Telekomunikasi wireless yang pertama kali, dikenal sebagai 1G (first Generation). Pada komunikasi model ini, masih menggunakan cara analog. Teknologi awal ini hanya melayani komunikasi suara. Beberapa keluaran yang termasuk dalam periode ini diantaranya adalah NMT, TACS, dan AMPS. Teknologi ini bertahan hingga tahun 1990.<span id="more-156"></span></p>
<p>Seiring bertambahnya jumlah pengguna telekomunikasi, didorong pula oleh keinginan untuk memprbaiki kualitas, menambah kapasitas, serta kehandalan, maka diupayakan kembali teknologi generasi kedua yang disebut 2G. Beberapa teknologi yang dikenal pada periode ini adalah GSM dan CDMA. Masing-masing menggunakan cara yang unik dalam menggnakan frekuensi yang tersedia untuk melayani para pengguna. FDMA, TDMA, dan CDMA.</p>
<p>Dengan menggunakan teknologi 2G beberapa layanan suara mengalami peningkatan kualitas. Kehandalam jaringa pun mulai dirasakan akibat peningkatan penggunaan tekologi lain, diantaranya teknik modulasi.</p>
<p>Kebutuhan pengguna semakin hari semakin bervariasi, menyesuaikan pula dengan pola hidup yang semakin mobile. Oleh karenanya, diperluka kembali teknologi yang sanggup melayani kebutuhan mobilitas pengguna. Selain itu, kebutuhan akses data yang dibarengi dengan peningkatan jumlah aplikasi informasi, membuat teknologi semakin bergeliat.</p>
<p>Diluncurkanlah kemudian teknologi baru yang setara dengan 2.5 G dan 2.75 G yaitu GPRS dan EDGE. Masing-masing memiliki supporting yang cukup bagus terhadap kebutuhan data para pengguna. Hanya saja, kecepatan transmisi data diantara keduanya yang membuat berbeda.</p>
<p>Kebutuhan akan akses data semakin waktu semakin bertambah. Kebutuhan yang terjadi selain dikarenakan oleh banyaknya aplikasi yang tersedia, juga dikarenakan keinginan untuk mendapatkan transmisi data yang berkecepatan tinggi. Mulailah kemudia dikenalkan teknologi baru yang sanggup melayani kebutuhan jumlah dan kecepatan data, yaitu 3G.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasagil.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasagil.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasagil.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasagil.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasagil.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasagil.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasagil.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasagil.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasagil.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasagil.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasagil.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasagil.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasagil.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasagil.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=156&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/sekilas-1g-to-3g/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d579cfe5debc90284dfe8751b524ae3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasagil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lika-liku berkawan</title>
		<link>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/lika-liku-berkawan/</link>
		<comments>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/lika-liku-berkawan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 04:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dimasagil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bijaksana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimasagil.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia adalah, bersosialisasi dengan manusia yang lain. Bersosialisasi dengan orang lain, bukan sebuah kebutuhan yang terlahir karena sebuah rekayasa atau motif tertentu. Melainkan ia adalah sebuah sense alami diciptakannya manusia dalam jumlah yang &#8230; <a href="http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/lika-liku-berkawan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=138&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia adalah, bersosialisasi dengan manusia yang lain. Bersosialisasi dengan orang lain, bukan sebuah kebutuhan yang terlahir karena sebuah rekayasa atau motif tertentu. Melainkan ia adalah sebuah sense alami diciptakannya manusia dalam jumlah yang banyak. Berbeda dengan , sosialisasi dengan motif dan rekayasa, yang biasanya tidak pernah langgeng, sosialisasi yang didasari atas kepahaman saling membutuhkan biasanya menciptakan daya tahan dalam waktu yang mengagumkan.</p>
<p>Banyak termonilogi turunan dalam bersosialisasi antarmanusia, ada yang mendefinisikannya sebagai kehidupan bertetangga, persahabatan, rekan kerja, sahabat kecil, “cinta”, dan cinta yang sebenarnya. Tidak pernah ada yang membatasi terminology ini, karena semuanya berkembang sesuai dengan karakter kehidupan manusia.<a href="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/image0152.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-149" title="Image015" src="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/image0152.jpg?w=193&#038;h=144" alt="" width="193" height="144" /></a></p>
<p>Seseorang yang baru (read:pendatang) dalam lingkungan perumahan baru, mendefinisikan sosialisasi sebuah teknik untuk bertetangga dengan baik. Mengundang tetangga acara hajatan di rumah, mengundang dalam rapat RT, undangan ulang tahun anaknya, atau kegiatan lain.  Bekerja sama dalam acara bersih-bersih kompleks, atau acara tujuh belasan yang ramai di perumahan.</p>
<p>Remaja yang sedang menguatkan jati dirinya, merasa sangat hampa jika tidak mampu menampilkan jati dirinya ke hadapan karib seusianya. Sehingga, terkadang mereka harus mencari topeng yang lain agar bisa diterima dengan baik. Diantara mereka ada yang (mungkin) mendefinisikan sosialisasi sebagai bentuk persahabatan yang sangat kuat. Membuat agenda-agenda bersama, jalan-jalan, shopping, belajar bersama, bolos bersama, tawuran, atau yang lain.</p>
<p>Dalam konteks yang tidak kalah serius, muda-mudi mendefisikan kebutuhan sosialisasi mereka dengan berkenalan dengan lawan jenis<span id="more-138"></span> dan memulai sebuah hubungan yang berawal dari sebuah kesepakatan. Kesepakatan untuk saling berbagi, saling memperhatikan, dan serangkain komitmen lain yang memang senagaja dibentuk secara personal. Selanjutnya, sama-sama menghormati kesepakatan dan komitmen yang dibentuk, dan mulai menjalaninya.</p>
<p>Jika dilihat kembali, maka semua terminology sosialisasi di atas, memiliki sebuah parameter yang jelas terkait keberhasilannya. Berkirim makanan  bisa jadi adalah bagian parameter keberhasilan bertetangga. Rela berkorban untuk sahabat, bisa jadi adalah sukses terbesar dalam menjalain tali sahabat. Atau mungkin, kesediaan untuk candilite dinner berdua dengan teman lawan jenis adalah bagian kesuksesan.</p>
<p>Nah, salah satu kunci semua keberhasilan tadi, ternyata dimulai dari sebuah proses yang disebut sebagai komunikasi. Komunikasi, secara bahasa berarti pertukaran pesan antar subjek komunikasi. Bukan hanya permasalahan pertukaran pesan. Lebih lanjut, sebenarnya komunikasi yang dimaksud terkait pemahaman terhadap pesan yang telah dikirim, sehingga yang terjadi adalah komunikasi yang simultan. Dalam bahasa yang lebih teknis, sering disebut sebagai komunikasi yang produktif.</p>
<p>Saya mengambil contoh sebuah terminology sahabat. Seorang sahabat yang baik, tentu saja sangat mengenal “lawan mainnya”. Mengenal karakternya, mengenal lingkungannya, dan serangkaian proses mengenal yang lain. Jika tahap ini sukses, maka proses saling mengidentifikasi dalam tahap mengenal ini akan berlanjut pada tahap berikutnya untuk saling memahami. Proses saling memahami ini tentu tidak kalah kompleksnya dengan proses sebelumnya.</p>
<p>Banyak hal yang memang akan terjadi. Mulai dari peningkatan frekuensi <a href="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/image0191.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-143" title="Image019" src="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/image0191.jpg?w=209&#038;h=167" alt="" width="209" height="167" /></a>bertemu, berkomunikasi, hingga saling mengerti kelebihan dan kekurangan masing-masing, sekaligus memberikan penyikapan terbaik terhadap kondisi sahabatnya. Penyikapan inilah bentuk konkrit dalam teori memahami seorang sahabat.</p>
<p>Penyikapan yang terjadi memang diarahkan pada hal positif. Artinya, memang berdaya guna untuk masing-masing. Dalam bahasa yang lebih mudah, parameter yang tepat adalah kesediaan untuk menolong. Menolong, adalah sebuah kata umum yang masih memiliki banyak diferensiasi. Namun, diferensiasi yang sangat indah, yang berkilau dan menyentuh sampai relung hati adalah, kesediaan untuk berkorban.</p>
<p>Nah..lagi-lagi proses komunikasi sangat berperan dalam semua tingkatan tersebut. Sayangnya, tidak semua orang berhasil melakukan komunikasi dengan baik. Sehingga sering terjadi kegagalan komunikasi karena interpretasi yang beragam. Interpretasi yang beragam memang disebabkan banyak hal. Pesan itu sendiri, cara penyampaian pesan, atau media pengiriman pesan.</p>
<p>Keinginan untuk sampai pada keberhasilan komunikasi inilah yang terkadang membuat partner karib melakukan banyak hal. Ada diantaranya yang hanya dengan menjaga frekuensi, sudah cukup untuk membangun produktivitas. Ada yang hanya dengan sedikit mengalokasikan waktu bersama, sudah lebih dari cukup untuk menjaganya. Namun, tidak jarang pula, yang menggunakan cara-cara yang “ekstrem”.</p>
<p>Ada yang harus memulainya dengan sedikit membuat masalah, baru kemudian komunikasi simultan bisa terjalin. Sedikit menjadi lebih rendah karena harus menyesuaikan dengan rekan karib. Atau keluar dari kebiasaan , sehingga dirasa aneh. Hal ini tetap saja harus dilakukan dengan hati-hati, karena jika yang terjadi adalah “missed” yang justru berkahir keributan. Untuk kasus terakhir, berarti nasibnya lagi malang… Tapi jangan kecewa dulu,,</p>
<p>Apapun yang telah terjadi, pada dasarnya semuanya memberikan bekas yang sangat mendalam. Kesan yang begitu dalam terkadang baru bisa dirasakan ketika sudah jauh dari partner karib. Merasakan ada bagian yang hilang. Di saat inilah, semua cara-cara ekstrem tersebut menjadi sangat berkesan. Menjadi nilai pembeda yang bisa jadi nilainya lebih tinggi. Bayangan indah tentang karib tiba-tiba saja hidup dan begitu dirindukan. Inilah yang sebenarnya terjadi.<a href="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/dscn24433.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-147" title="DSCN2443" src="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/dscn24433.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Nikmati saja apa yang ada saat ini.. Berusaha membuat kenangan indah dalam setiap aktivitas. Hingga kanvas hidup menjadi kaya akan warna. Tapi,,tetap saja jangan lupa minta maaf…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimasagil.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimasagil.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimasagil.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimasagil.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dimasagil.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dimasagil.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dimasagil.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dimasagil.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimasagil.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimasagil.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimasagil.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimasagil.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimasagil.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimasagil.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimasagil.wordpress.com&amp;blog=3374948&amp;post=138&amp;subd=dimasagil&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimasagil.wordpress.com/2011/03/09/lika-liku-berkawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8d579cfe5debc90284dfe8751b524ae3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dimasagil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/image0152.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Image015</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/image0191.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Image019</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimasagil.files.wordpress.com/2011/03/dscn24433.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN2443</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
