RSS

Time to revive

19 May

Alhamdulilladzi anzala sakinata fi qulubil mukminin, liyazdaadu imaanan ma’a imanihim.

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan nikmat yang niscaya manusia tak akan sanggup untuk mencacahnya, kenikmatan yang begitu luar biasa yan terkadang membuat manusia menjadi takabur karena kurangnya pemahaman akan hakekat Maha Pengasih dan Maha Penyayang pada Allah swt. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah al qudwah wal uswah yang begitu perhatian kepada ummatnya, begitu sayang kepada ummatnya. Yang safaatnya begitu kita harapkan di akherat kelak.

GERAKAN DAKWAH…adalah sebuah jalan yang begitu mulia, yang telah melahirkan manusia-manusia handal yang siap diterjunkan dalam segala ranah kehidupan bermasyarakat. Mampu menunjukkan esensi akidah yang bersih dalam setiap langkah kesehariannya, yang karenanya pulalalah sanggup memberikan kebenaran ibadah dan perwujudan akhlak yang salih sebagai seorang muslim yang tidak ragu lagi dengan identitas kemuslimannya.

Siapa yang tidak kenal dengan Abdullah ibn Mas’ud, perawi hadist yang begitu terpercaya,Mushab ibn Umair, pemuda yang begitu teguh dalam prinsip keislamanya hingga dipercaya Rasulullah untuk mengembangkan jangkar islam hingga ke Yatsrib. Beluml lagi nama Salahudin al Ayyubi, Muhammad Qutz, Syeikh Muhammad Yasin, Muhammad Natsir dan masih banyak lagi manusia handal yang terlahir dari rahim pergerakan dan perjuangan dakwah Islam.

Bukan sebuah kesalahan ketika kita, ummat yang hidup jauh dari zaman Rasulullah untuk kemudian juga meneladani kehidupan para sahabat, syuhada, ulama, atau orang salih yang lain. Mengikuti cara berpikir mereka, mengikuti cara bagaimana para sahabat berakhlak, dan hal-hal lain yang bersumber dari mereka untuk kemudian semuanya diniatkan hanya kepada Allah swt.

Kita adalah ummat Rasulullah yang terus berupaya untuk menegakkan kalimat syahadat itu menyeruak dengan pengorbanan dan pergelutan dan segala hal yang akan merintangi jalan dakwah ini ke depan. Allah sendiri berfirman,”Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah di bumi, dan agama ini hanya untuk Allah semata”. Sungguh dalam medan dakwah ini akan dibutuhkan sangat banyak tenaga, harta, dan pikiran demi terwujudnya firman Allah di atas.

Tapi, tidaklah pantas bagi kita bergerak tanpa sebuah perhitungan. Kita dukaruniai akal yang sanggup digunakan untuk berfikir untuk mendapat yang lebih baik. Kita bukanlah muslim yang penakut, tapi kita adalah penghitung resiko yang tepat. Kita juga berusaha untuk berfikir tentang hari depan dan bergerak secara efektif dan efisien.

Terkadang target pencapaian dakwah yang begitu “mempesona” membuat aktivis dakwah sendiri terperangkap dalam system kerja tak beraturan dan “semaunya sendiri”. Kurangnya siraman ruhani membuat hati “pengusung bendera dakwah” kering dan gersang. Tak pelak lagi, kelelahan yang sangat justru membuat target pencapaian dakawah terhambat dan kurang optimal.

Kali ini akan disampaikan beberapa hal yang harus diwaspadai setiap agen dakwah agar tetap tegar dalam jalan yang begitu luar biasa ini. Sebuah penyakit yang kiranya banyak hinggap pada diri aktivis dakwah karena mungkin “terlalu bersemangat” dan kurangnya manajemen diri. FUTUR è…..?

Futur dapat diartikan sebagai sikap malas, menunda-nunda, lemah semangat atau sejenisnya. Penyakit ini jika tidak segera mendapat penanganan yang benar akan membuat si penderita semakin “menjauh” dari aktivitas yang seharusnya. Berikut kami sampaikan beberapa penyebab futur pada diri setiap insan:

1. Berlebihan dalam beragama

Kali ini seorang aktivis dihadapkan pada manjemen aktivitasnya. Ketidakteraturan dalam aktivitas ternyata mampu memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi pribadinya. Kita boleh bersemangat tapi satu hal yang perlu diingat “melampaui batas” juga bukan jalan yang baik.

2. Israf (berlebihan) dalam hal mubah

Kali ini berhubungan dengan kebiasaan seorang da’i. Sikap hati-hati sudah selayaknya ada pada diri setiap penerus risalah ini. Suatu hal yang pada hukum syara’ dinyatakan sebagai hal yang mubah terkadang akan menjebak da’i sehingga ditakutkan terjermus pada hal yang merugikan.

3. Sedikit mengingat akherat

Hal ini dapat ditanggulangi dengan ziarah kubur. Kebiasaan untuk bermuhasabah dalam keseharian juga merupakan alternatif yang mumpuni untuk terus terjaga dalam “rel” yang seharusnya dilalui da’i.

4. Tidak memperhatikan hak-hak badaniyah

Sungguh, badan ini juga mempunyai hak atas diri kita. Oleh karena itu, tidak dibenarkan pula jika seorang da’I terlalu memforsir fisiknya tanpa perhitungan yang cermat.

5. Terjerumus dalam kemaksiatan

“maksiat” bisa diartikan sebagai dzalimul linafsih. Suatu hal yang sangat berpotensi besar dalam perusakan stabilitas keimanan seorang da’i. Jagalah benar-benar hati ini untuk terus membangun benteng yang kokoh atas kemaksiatan di sekeliling kita.

6. Tidak ada persiapan menghadapi rintangan

7. Membatasi diri pada satu aspek din

8. Berteman dengan orang yang lemah tekadnya

9. Terjebak dalam cinta dunia dan takut mati

10. Seenaknya dalam beramal

11. Suka menyendiri/meninggalkan jamaah

Hati-hatilah saudaraku. Tantangan kedepan makin berat. Pandai-pandailah dalam menjaga diri. Stabilitas ruhani dan jasadiyah merupakan hal yang akan terus kita jaga. Dalam dakwah ini hanya ada 2 pilihan, Dengan tenaga dan pikiran kita akan membantu gerak langkah dakwahsehingga pencapaian target akan optimal atau sebaliknya, dengan kecerobohan kita, akan membuat banyak waktu tersita sehingga pencapaian target ke depan semakin terhambat.

——Wallahu’alam bi Shawab—–

Alhaqqu mirrabbika wa laa takunanna minal mumtarin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 19, 2008 in Bijaksana

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: