RSS

Latihan Nasyid

28 May

Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha ila Allah…..

Saudaraku yang saya cintai karena Allah…

Aduhh…hari ini saya merasakan kerinduan yang luar biasa kepada semua saudara-saudara saya. Luar biasa… Tetes air mata bercampur tawa(loh…gimana jadinya) bener-bener memenuhi ruangan saya malam ini. Saya mulai buka kembali file-file saya tentang saudara-saudara saya tadi.

Terkadang saya menyesal, ketika saya dulu dekat dengan mereka, saya masih jarang beraktivitas bareng mereka. Aduhh… sekarang baru ngrasain deh gimana rasanya ditinggal jauh sama temen-temen. Ada yang di Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja, Malang, Madiun dan saya kira masih banyak lagi yang laen yang belum tersebut(afwan ya..).

Saya teringat betul ketika malam ahad seperti ini, setelah isya saya udah nyiapain motor untuk kemudian melaju ke rumah Akh Bayu, “Assalamualaikum… “salam saya dari luar. “Waalaikumsalam…” itulah jawaban yang terdengar dari ibunya Akh Bayu, “Bu..Bayu_nya ada?”. “ Oh,,mas Dimas masuk Mas, Bayu ada koq…” Saya sampe inget bener bagaimana prolog sebelum masuk ke rumah akh Bayu. “Yek..siap durung…”. “Sabar…loz..sabar…”. Setelah beberapa menit kami dah siap buat keluar malem. Saya bonceng akh bayu, dan kami pun akhirnya puter-puter madiun. Di sepanjang jalan… setiap kami bertemu hal yang lucu kami langsung tertawa bareng(kenceng lagi ketawanya).

Akhirnya tibalah kami di rumah akh Andika. “ Assalamualaikum…” salam dari kami. “Walaikumsalam…” begitulah suara yang begitu khas itu menyapa kami dari dalam rumah di daerah Jl. Jatijajar. Setelah bersalaman kami pun mulai bercanda asyik banget. “Hok…Bang jo endi??tanya saya ke akh Andika. “Mau ki wis tak telpon, jereke Si Joe rada bengi tekane”. “Lha…lha…lha…” teriakan itu spontan keluar dari mulut kami, ternyata kami bertiga dah punya pemikiran yang sama. “ Ke M yuk…” ajak aku kepada keduanya. “Alaaah…ngko gek kalah?” sahut akh andika. “ Ngece…ki!”

Singkat kata, kami tidak jadi ke M karena malam ini kami harus latihan nasyid. Yah…inilah sekelompok anak muda “gokil” yang mencoba untuk menyalurkan bakat yang pas-pasan juga sebenernya. Terkadang akh andika selalu bilang nasyid kami namanya bukan Al-Furqan…tapi ASMUNI(alias asal muni). Kenapa seperti ini? Yah,,memang seperti itulah adanya. Yang penting enjoy aja. Akh andika pun nyiapin tape(baca:tep) yang biasa kita pake buat latihan. Tak seberapa lama, nasyid_nya pun diputer. Kita pun mulai nyoba-nyoba suara kita masing-masing(istilah lainnya di pas-pasin, padahal jarang juga pasnya). Baru beberapa menit lagu diputer, kami dah ketawa lagi, ada aja pokoknnya hal-hal lucu yang kami lakuin.

WheeerR….suara halus yang keluar dari sebuah motor ber-merk Supra-X. Warna stripe-nya merah menyala. Ada sesosok manusia yang datang nampaknya. Seperti minggu sebelumnya, pake jumper warna biru, celana jeans, helm ungu ada corak orange juga. Yah… ternyata Bang Joe dah datang. “Assalamualaikum…”.” Wa’alaikumsalam…”jawab kami dari dalam. Kembali setelah bersalaman kami bercanda lagi. “ Ko endi joe…” Tanya akh Bayu, “ Anu…mau enek acara sedhiluk”. Yah..itulah gambaran kami yang selalu “bercanda”. Kami pun mulai acara nasyidnya… “ Yek…mahmud piye?. “aduh..piye ki..Mahmud di sms ga mbales-e”. “Telpon nho…” kata akh andika. “Ya wislah…telpon ae Yek!” “Emange Mahmud nek endi?”Tanya akh pembri. “Jereke mau metu karo Mr. K.” jawab akh bayu. “ya wis ndang di telpon ae” kata saya. Eh…tak seberapa lama akh Mahmud muncul juga akhirnya. Akh Mahmud dateng bareng Mr. K. (nama samaran, cz lupa namanya, takut salah)

Kami pun mulai latihan seriusnya. Klo tadi saya dan akh bayu dateng ba’da isya, mugkin latihan serius baru dimulai jam 8.30 atau bahkan jam 9 malem. Yah…itulah kami, tapi kami tetep berusaha saling memahami. So…jarang kita itu berantem hanya karena masalah waktu. Latihan pun berjalan…

Kita memainkan beberapa lagu, belak tawa selalu mengiringi latihan kami. Tapi yang selain itu kami juga saling ngasi motivasi. “ Yek…suarane kedhuwuren, ga nutut bas_e” kata saya. “Sory…sory…” kata akh bayu. Kami pun mulai lagi latihannya. “ Sek…tah urung siap ki…” kata akh andika. “ Ketoke koq tempone kecepeten, coba di-dhokne tempone”kata akh pembri. Nah seperti itulah yang terjadi, kami saling mengingatkan. Selain itu di tengah-tengah lagu kami pun saling mengacungkan jempol untuk temen yang lain. Malem pun makin larut, tiba-tiba akh andika menghidupkan TV(padahal masih nyanyi…). Konsentrasi pun terpecah, tiba-tiba kami pun tertawa bareng, ternyata Tukul sedang berjoget di TV. Acara Nasyidnya pun berakhir sejenak. “Ndhik..ndhik…pateni TV-ne”kata akh bayu. “Sek ta Yek…”balas akh andika. “Hok…ayo ta”kata saya. Akhirnya TVpun mati. Kami latihan lagi, hingga sesi latihan kali ini kami tutup dengan evaluasi sejenak. “thokk..thokk..thokk…Ndhik…Ndhik…” Suara itu datang dari luar rumah. Ternyata tukang bakso langganan kami dah datang. Kami pun keluar rumah… “ Pak…enam mangkuk…” semuanya berhamburan keluar menikmati dinginnya malem saat itu. Semuanya milih sendiri porsi bakso yang ada dalam mangkuknya.

Kami pun selesai dengan aktivitas latihan kami malam ini. Akh Mahmud tiba-tiba pulang bareng Mr. K. “Waalaikumsalam…” balas kami atas salam akh Mahmud. Kami yang masih di rumah itu, beres-beres dan bersih-bersih rumah. Kami pun siap pulang. “lho iki kuncine motore sapa?”kata akh pembri. “Lho sapa ya?”kata akh andika. “Paling nekmu kui Ndhik”kata saya. “Lah…duduk ki,kunciku ga ngene”jawab akh andika. “Ngko gek..nggone Mr. K?” kata akh bayu. “Masa ta Yek, la wong Mr. K wis mulih koq?”. Kami pun mulai berimajinasi yang macem-macem. Akhirnya akh bayu telpon akh Mahmud lagi. “Mud..montore Mr. K enek kuncine ga?”. “Oh…iya ga enek Yek…? Piye ki” . “ya wis ndang balik rene”. Mendengar hal konyol ini, kami yang masih di rumah itupun spontan ketawa. Aduuh…ni emang motor ajaib. Akh Mahmud pun datang bareng Mr. K. “Heh…montormu keren banget” kata akh andika. “ga ngerti ki…”. Kami pun semua malah ketawa bareng-bareng. “Dhek mau ki wis mandheg, arep ngopi. Pas arep dipateni lho koq ga enek kuncine”kata akh Mahmud. “Mau koq isa di-stater piye?”Tanya akh bayu. “Mboh ya…pokoke dijenggleng Mr. K kenek ya mlaku ae”kata akh Mahmud. Konyol banget yang terakhir ini.

Kami pun menunda pulang, kami malah enak cerita-cerita hal konyol ini. Tapi malam dah begitu larut. Kami akhirnya pulang juga koq.

Saya dan akh Bayu saat di jalan masih belum bisa nglupain hal tadi. Ada-ada aja emang temen-temen.(End)

[maaf tidak ada maksud exclusive dalam cerita ini, masih banyak cerita yang lain. Dengan pemeran yang lain pula,Akh Maulana, Aji, Adrian, Akh Tyo, Akh Danang, ony, Akh Luqman, Andik, Akh Rafi, akh Joko, akh Arsa, akh Pebri, akh Doni, dan masih banyak lagi yang lain(maaf yang belum kesebut)]

Cerita ini hanya sebuah contoh, setting dan jalan cerita asli tapi ada beberapa tambahan agar ga bosan dibacanya.(afwan…klo justru membosankan)

Bahwasanya kita bener-bener butuh dengan saudara kita. Berbahagialah kita karena telah disatukan oleh Allah lewat sebuah Aqidah dan perjuangan bersama yang telah diberikan kepada kita.

Karena sesungguhnya setiap mukmin itu bersaudara. JIka kita, beberapa waktu yang lalu kita telah diberi nikmat persaudaraan yang luar biasa. Mari sekarang kita syukuri. Dengan cara apa? Kita makin solid kan ukhuwah ini, jangan sampe hanya karena jarak, kita lupa dengan saudara kita di tempat lain. Lantas tindakan nyatanya gimana? Salah satunya dengan doa, salah satunya lagi dengan miscall, salah satunya lagi dengan sms(lho koq salah terus kapan benernya). Maksudnya kita uapayakan lah dengan kreasi dan kemampuannya masing-masing. Yang pasti niat kita dalah tulus karena Allah.

Lagipula kenapa mesti bingung, sekarang kita dah punya web blog dan group yang bisa di akses dimanapun kita berada. Bagi yang pengin berbagi cerita atau bertusiyah ria, manfaatin aja fasilitas yang satu ini. Ok…saudaraQ…inilah sebenarnya yang ingin saya sampaikan. Semoga dengan kita dijauhkan(jarak-red) sama saudara yang lain, justru akan membuat kita semakin yakin bahwa Allah memang Maha Kuasa atas segalanya. Bukan berarti kita harus berputus asa(loh..koq jadi serius). Dengan dijauhkannya kita dengan saudara kita, justru sebenarnya kita sedang diuji, apakah cinta kita kepada saudara kita bisa kita pertahankan. Mungkin kita dahulu (saat dekat dengan saudara kita)adalah salah seorang yang rajin “membuat masalah”. Lalu saudara kita dengan mulut yang berbusa dan tetes keringatnya berupaya mengingatkan kita. Yah..seperti itulah gambaran persaudaraan yang sangat indah.

Semoga pertemuan kita dengan saudara kita-ini- merupakan isyarat pertemuan kembali di syurga Allah kelak…

Jazakalah khairan katsira… afwan jika ada salah penulisan, atau kata-kata yang kurang layak atau istilah-istilah yang tidak pada tempatnya atau sebutan yang tidak pantas, atau yang lain lagi.

Kebenaran hanya milik Allah.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on May 28, 2008 in Kisah

 

One response to “Latihan Nasyid

  1. akhi hoky

    May 29, 2008 at 4:04 pm

    artikelx bgs perbnyak warna,byar para pembaca tdk jenuh dg warna yg itu2 ja,he…btw kpn reuni “M”x,thanks telah memuat nm akh dlm artikel antum(walaupun tanpa minta izin lebih dahulu),it’s ok!SEMANGAT!!!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: