RSS

Bangun…kawan!

05 Jun

“ Wahai orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah”, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan ) di akhirat hanyalah sedikit.”

“Jika kamu tidak berangkat (untuk bereperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikitpun. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Saudaraku Yang dirahmati Allah…

Apa yang ada di benak kita tentang dakwah yang begitu mulia? Yah…kita sadari inilah jalan yang begitu agung lagi suci. Inilah jalan yang pernah sukses menampilkan potret sebuah peradaban terbaik ke muka dunia. Dari rahim dakwah pulalah terlahir manusia-manusia tangguh dalam sejarahnya.

Kita semua sadar jalan ini bukanlah jalan yang mudah untuk ditempuh. Dalam perjalanannya, kita akan sering bertemu dengan ganasnya gelombang ujian. Dalam setiap jengkal perjalanannya, kita akan berhadapan dengan derasnya goncangan dan penindasan, entah dari musuh yang dengan bangganya menyuarakan penentangannya pada Islam atau bahkan dari “saudara” kita sendiri. Tak dapat dielakkan lagi, perjuangan yang begitu indah ini akan banyak memeras keringat dan bahkan darah dari para pengusungnya. Sungguh, ini adalah jalan yang penuh dengan onak dan duri halangan yang juga telah bersiap untuk menggerogoti para muharribnya.

Idealisme islam kita mengatakan, bahwa Islam adalah agama yang syamil. Sebuah agama wahyu yang unggul dengan berbagai sifat ke-universalitasannya. Islam adalah agama yang mampu menjawab semua tantangan peradaban tak perduli dimanapun dimensi kita berada. Islam adalah agama yang mampu menjawab semua permasalahan yang kini telah hadir seiring perkembangan daya pikir dan rasionalitas manusia. Kita sangat meyakini akan hal itu, tak lain karena agama ini diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Secara konseptual Islam adalah agama pemenang. Islam adalah agama yang akan memberikan jawaban atas permasalahan ummat ini. Semua konsep hidup dan muamallah telah diatur dengan indahnya. Dari konsep membina keluarga hingga konsep bertetangga. Dari konsep ukhuwah hingga menjalin persaudaraan. Konsep perdamaian dan peperangan pun kita punya itu semua. Tapi saya ingin mengatakan, “agama ini bukanlah agama yang hanya pandai bicara konsep”. Taj bijak rasanya jika kita hanya berbicara tentang Islam dalam tataran konsep saja.

Tak tahukah kita, peperangan yang sebenarnya justru terjadi di hiruk pikuknya pasar. Peperangan yang sebenarnya ada di sektor-sektor ekonomi perbankan. Perang itu kini muncul di ranah pengambilan kebijakan. Perang itu muncul pada ramainya aktivitas para pelajar, perang itu merambah dunia budaya dan politik.

Lalu apa jawaban kita sebagai muslim atas keadaan ini?

Pertanyaan ini kemudian akan mengarahkan perhatian kita kepada pengemban risalah ini. Pertanyaan ini akan menghujam langsung di setiap benak para pengusung dakwah ila Allah. Apa yang sudah kita persiapkan untuk semua ini? Sudahkah kita berfikir tentang semua hal ini? Sudahkah kita meluangkan waktu kita untuk tetap bersahaja bergabung dalam barisan terdepan. Sudahkah kita bersiap-siap dengan semua kemungkinan yang akan terjadi?

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah

Ataukah kita masih saja sibuk dengan urusan peribadi kita yang terlanjur sering dimanja? Ataukah kita masih sering bermalas-malasan dengan semua realita yang terjadi? Atau kita sudah merasa pusing karena terlalau sering berfikir tentang semua ini,lantas dari semua perbincangan dan diskusi yang kita ikuti ternyata semua hanya melahirkan pertanyaan baru yang lebih rumit dan berakhir pada penunjukan kambing hitam.

Lalu “dari sekian banyak ayat quran dan hadist yang kita hafal, berapa yang sudah kita amalkan?

Mungkin itu benar juga. Kita telah berfikir keras. Itu adalah usaha yang cukup bisa diandalkan. Sayangnya kita sering lupa, dari sekian konsep yang pernah kita pelajari, berapa banyak yang sudah kita amalkan? Dari sekian banyak untaian kata yang begitu mudahnya keluar dari mulut ini, berapa sering sudah kita coba mempraktekannya sendiri. Dari sekian banyak tulisan yang kita buat, seberapa besar porsi amal yang kita lakukan karenanya. Sungguh, setumpuk buku tentang teori ekonomi syariah seakan-akan sirna dengan munculnya Bank yang benar-benar menjalankan usahanya atas dasar itu. Sungguh, setumpuk buku tentang tauhid seakan tak bermakna ketika kita masih beraktivitas dalam kerangkan takabur dan ujub.

Kita sepatutnya mulai tersadar akan posisi dari masing-masing kita di ranah ini. Ini bukan lah jalan orang yang bersantai kawan. Ini adalah jalan perjuangan yang sangat agung dan mulia. Dakwah ila ALLAH tak mengenal kalender merah dalam gerak langkahnya. Dakwah ini membutuhkan manusia-manusia yang siap diterjunkan dalam setiap meda dakwah yang begitu beragam.

Namun, terkadang kita masih menemui banyak aktivis dakwah yang masih enggan untuk bersungguh-sungguh dalam perjuangannya. Atau bahkan secara tidak sadar, kita sendiri adalah bagian dari mereka yang masih bersikap santai dan rileks. Bukan dalam artian kita harus selalu bersikap tegang, tapi itu semua akan jauh lebih baik bila diletakkan pada porsi yang terbaik.

Lalu solusi apa yang ditawarkan islam melihat kondisi yang seperti ini? Kita semua tahu, Islam adalah agama yang turun untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Penawaran solusi yang ada adalah perubahan. Yah…kita sebagai manusia yang cerdas adalah manusia yang akan mengusahakan perbaikan itu.

Perjuangan yang begitu berat menuntut kita untuk mampu bersikap professional dalam setiap gerak langkah aktivitas kita. Perjuangan ini membutuhkan setiap jiwa yang telah terdidik dalam kawah islam secara terus-menerus untuk kemudian bisa kita bagi bersama orang lain.

Mari kawan, kita satukan langkah-langkah kecil ini untuk bersegera dalam kesungguhan. Untuk bersegera dalam sebuah perjuangan dan perlombaan. Masih banyak agenda dan cita-cita yang harus kita perjuangkan. Kita bukan ummat yang lemah, yang hanya dengan cacian dan ejekan lantas azam itu menjadi surut. Kita juga bukan ummat yang penakut, yang hanya dengan gertakan lantas kita mundur dan bahkan lari dari medan pertempuran. Kita bukanlah ummat yang manja, yang hanya bisa mengucap kalimah hauquwllah (laa haula wa la quwwata ila billah) dan irji’il( inna lillah). Jauh dibalik itu semua, kita adalah ummat yang unggul. Yang telah terbukti dalam sejarahnya, pernah mengantarkan sebuah peradaban yang mulia di muka bumi. Yang dengan kemuiliaannya pula pernah sukses mengatur dunia ini.

Sudah lupakah kita pada penaklukan Byzantium, sudahkah kita lupa pada penaklukan Sasania? Setiap darah yang dulu mengalir telah menjadi saksi atas semua itu. Setiap pedang yang patah pun tak mau kalah menjadi saksi atas semua itu. Mari kawan.. segera bangkit dari tidur panjangmu, segera bangun dari ranjang dan selimut yang hangat. Kita sambut kemenangan itu dengan nama Allah yang Maha Penguasa. Perjuagan ini masih begutu panjang dan riskan untuk segera diakhirkan. Semoga kita semua termasuk dalam lindunganNya. Amien. Karena kita tidak tahu, kapan nyawa ini akan diambil dari raganya, dan dengan cara apa maut itu akan menghampiri kita semua. Satukan langkah demi dien Allah yang begitu mulia, Insya Allah….

Wa jaahidu fillahi haqqa jihaadih…. Dan berjihadlah pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 5, 2008 in Bijaksana

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: