RSS

Kenangan itu…(begitu indah)

06 Jun

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Segala puji hanya bagi Allah, yang telah memberikan kenikmatan cinta dan kerinduan pada ketenteraman jiwa dan fikr setiap kita yang ada di dunia. Yang telah menunjukkan keindahan dunia dalam ayat-ayat-Nya yang mulia. Yang telah membangunkan kita setiap hari dan akan mematikan kita di suatu masa kelak.

Shalawat dan salam senantiasa tertuju kepada engkau, rasulullah Muhammad saw. Manusia mulia yang begitu dirindukan setiap nasihatnya, bahkan kita semua selalu berusaha meneladani semua cara hidup beliau saw.

Alhamdulillah…

Allah telah memberikan yang begitu indah kepada ummat-Nya. Teringat akan suatu kisah ketika kita masih di SMA. Suatu tempat yang begitu banyak membawa cerita perjuangan dakwah dalam masanya masing-masing. Setiap langkah perjuangan saat itu, adalah bekal yang sangat melimpah untuk meniti perjuangan di aras yang lebih membutuhkan tenaga dan pemikiran. Sebuah aras yang akan membuat kita semakin sadar, bahwasanya kita saat ini sedang tergabung bersama barisan perjuangan yang syumul yang akan membawa perubahan yang signifikan bagi kehidupan ummat mendatang. Insya Allah.

Barisan dakwah yang saat ini sedang begelora oleh sejuknya angin perjuangan tiada bertepi. Sedang bersemangat tatkala bertemu medan dakwah baru yang lebih alot untuk dijalani. Tak usah berfikir panjang lagi, ini adalah jalan yang benar-benar jelas dan terang untuk segera ditangani secara berjamaah.

Kembali pada tempat yang telah mendidik kita semua menurut karakter dan sikap yang dimiliki oleh setiap kita. Mungkin banyak diantara kita yang pada awalnya bukanlah seperti apa yang kita rasakan saat ini. Kita berasal dari tempat yang berbeda, berasal dari lingkungan yang sungguh berbeda dengan variable sistem yang ada di masing-masing tempat. Mungkin ada diantara kita, dulunya bukanlah orang yang begitu mengenal tentang aras perjuangan dakwah ini, atau bahkan ada diantara kita yang [mungkin] adalah salah satu dari orang yang suka mengejek pada medan dakwah ini. Tapi…Allah punya rencana lain tentang kehidupan kita. Allah telah berkehendak bahwa kita adalah manusia yang tersibghah oleh cahaya keislaman yang begitu mempesona.

Sebegitu mempesonanya, hingga Mush’ab bin Ummair rela meninggalkan ibu dan semua hartanya untuk kemudian melebur bersama dalam perjuangan Rasulullah, hingga akhirnya syahid di medan uhud. Sebegitu mempesonanya hingga Handzallah rela meninggalkan malam pengantinnya karena memenuhi pangilan perang, bahkan ia pun syahid di dalammnya. Belum lagi Hamzah, belum lagi Anas bin Nadhr yang tubuhnya terkoyak oleh banyak luka sehingga hanya bisa dikenali dari cincin di jarinya atau Sa’ad ibn Mu’adz, seorang muda anshor yang kematiannya sampai menggetarkan Arsy Allah, dan masih banyak lagi. Melihat itu semua, masihkah ada keraguan di benak kita semua tentang agungnya perjuangan ini?

Yah…inilah tempat yang begitu bersejarah bagi kita semua. Setiap sudut tempat ini begitu merasuk teringat di akal kita, adalah saksi bisu perjuangan yang begitu luar biasa. Masjid hijau itu, adalah tempat yang paling indah saat kita melepas rindu dengan Allah dan saudara kita. Mimbar cokelat itu, adalah saksi bahwasanya kita pernah mencoba untuk meng-upgrade kemampuan retorika kita. Atau mungkin hijab yang kini mulai reot itu, adalah pembatas yang begitu kokoh menemani kita di tiap syura-syura yang begitu mengasyikan.

Mari kita ingat lagi, saya yakin setiap dari kita punya sejarah dan kenangan tersendiri yang akan begitu sulit untuk dilupakan. Sejarah yang begitu berat untuk ditinggalkan, bahkan akan membuat kita semua menangis saat kita mencoba mengorek masa-masa itu. Sebuah masa yang kaya akan nasihat dan petuah besemangat, sebuah masa dimana kita ditemukan oleh Allah untuk mengemban tugas yang sama karakternya. Membuat kita semakin tersadar dan terbangun oleh gejolak kehidupan yang begitu heterogen.

Layaknya filosofi daun, bahwasanya semangat itu harus terdistribusi kepada penerus perjuangan yang juga tidak mau kalah semangatnya dengan para pendahulunya. Kita semua tidak pernah berharap, bahwa rantai perjuangan ini akan segera terputus. Kondisi kekinian dari tempat ini, mengisyaratkan kepada kita semua untuk segera ditangani dengan bijak. Jangan sampai sumber daya ini hilang begitu saja terlena dan terlenyap oleh keadaan yang memang kurang memihak.

Masa terus bergulir, sedang tantangan pada tiap kurun waktunya terus berubah. Memang, tantangan dakwah makin hari akan terasa sangat penat, tapi bukan itu masalahnya. Esensi dakwah ini dari waktu ke waktu tidak akan berubah. Kita akan terus berproses dengan masa untuk tetap bersahaja dalam amar ma’ruf dan nahi munkar, menyeru dan saling mengingatkan juga menguatkan dalam kebaikan.

Mari saudaraku semua, kita coba tengok keadaan di tempat yang telah berjasa besar memperkenalkan dan meyatukan kita dalam barisan ini. Ini adalah waktu yang tepat untuk segera bekerja sama memperbaiki keadaan. Akankah kita hanya terdiam dalam kesibukan kita masing-masing? Akankah kita hanya bisa saling berharap dan berhenti pada tataran doa? Tidak kawan, dan sungguh tidak. Kita bisa melakukan yang lebih baik dari itu semua. Kita masih bisa melakukan yang lebih dari itu semua. Karena kita semua berharap, cita-cita kita akan bertemu dengan takdir terbaik dari Allah.

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on June 6, 2008 in Kisah

 

3 responses to “Kenangan itu…(begitu indah)

  1. Dee_NaR "up-x"

    June 6, 2008 at 12:02 pm

    Aslm…
    jadi terngat juga genknya ADS Smada………………………..
    ternyata memang tak terlupakan dan tak tergantikan…

     
  2. Dee_NaR "up-x"

    June 6, 2008 at 12:20 pm

    Aslm
    Jadi teringat genk ADS di smada……….
    Beautiful moment yang Allah karuniakan
    Saat2 yang tak terlupakan dan tak tergantikan….

     
  3. dian,mb-di

    June 10, 2008 at 9:22 am

    Sepakat ukhti…jadi ingat waktu kita jadi thulaby di madiun ya……
    smadaku..oh smadaku…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: