RSS

Blunder…(sayang Banget!)

09 Jun

Segala puji hanya bagi Allah, sedang shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita beliau rasulullah Muhammad saw.

“Maa kaana Muhammadun abaa ahadin min rijaalikum wa laakin rasulallahi wa khatamul anbiya…”

Muhammad itu bukanlah Bapak dari seseorang diantara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi. (Al-Ahzab : 40)

“Apakah kamu mengira kamu akan masuk syurga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar” (Ali ‘Imran : 142)

Satu Juni 2008, bagi sebagian orang mungkin hari itu adalah hari-hari biasa. Seperti biasa, karena ini adalah hari Ahad, banyak yang memanfaatkannya untuk sekedar melepas kepenatan kerja bagi yang sudah bekerja, atau sekedar meregangkan syaraf dengan sedikit berolahraga atau justru hari itu banyak yang memanfaatkannya untuk belajar giat karena esok hari akan mengahadapi ujian. Tak jadi apa, aktivitas manusia memang sangat padat dan beragam, karena kita semua adalah manusia yang akan selalu dinamis dengan keadaan, Bergerak atau Tergantikan.

Tapi ada satu pemandangan yang cukup biasa ketika hari itu di Monas sedang banyak ditemui puluhan manusia berjubah putih yang selama ini lengket dengan sebuah perwajahan ummat Muslim. Ternyata Monas yang biasanya setiap Ahad pagi digunaakan sebagai tempat untuk berolahraga bagi sebagian warga Ibukota, juga ramai oleh puluhan ummat Muslim kala itu. Ada apa gerangan ? Aksi…Sebuah aksi untuk mencoba mengungkapan sebuah fakta dan realita yang terjadi dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Kemunculan Ahmadiyah, yang sebenarnya sudah lama bercokol di Indonesia, kembali menjadi isu sentral yang diangkat oleh teman-teman dari Laskar Islam. Aksi ini mengangkat tema penolakan bagi kehadiran aliran itu di bumi pertiwi. Beberapa waktu kemudian, muncullah masa aksi yang lain dari sebuah aliansi bernama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama adan Berkeyakinan. Lantas apa yang terjadi, yah…seperti yang kita saksikan sendiri di beberapa media. Luar Biasa….

Kita bakal sedikit membahas masalah ini. Pertama, Ahmadiyah. Aliran sesat dan menyesatkan ini bukan bahasan baru lagi sebenarnya. Sebelum aksi kemaren, sudah banyak aksi-aksi yang merebak di masyarakat. Jika kita mau lebih jeli lagi lagi, ternyata aliran ini sudah banyak tersebar di masyarakat Indonesia dengan jaringan yang cukup luas pula. Bahkan, kota sekecil Madiun pun, kalau kita mau mencari, maka kita akan menemukan masjidnya.

Kenapa ajaran ini dianggap sesat? Mari kita kembali pada pemahaman syahadat yang biasa kita lafalkan. Syahadat kita yang kedua adalah sebuah persaksian yang nyata bahwa Nabiullah Muhammad adalah utusan Allah. Selain kewajiban untuk meneladani, sebagai konsekuensi logis dari syahadat ini, pemahaman mengenai syahadat ini juga termasuk mengenai keyakinan kita pada semua keterangan yang diberikan Allah mengenai kerasulan Muhammad saw. Dalam Al-Quran disebutkan, “Muhammad itu bukanlah Bapak dari seseorang diantara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi. (Al-Ahzab : 40).

Ini adalah keterangan yang sudah sebegitu jelasnya bahwa Allah sendiri telah memberitahukan kepada kita semua bahwa Rasulullah adalah khatamul anbiya, beliaulah saw lah penutup segala Nabi, dan tidak dibenarkan keimanan kepada Nabi setelah Rasulullah, karena semua itu adalah suatu hal yang maudhu (palsu). MUI pun sebenarnya telah mengeluarkan fatwa tentang kesesatan Ahamdiyah. Lalu apa yang ingin kita perdebatkan lagi? Lantas jikalau kemudian Pak Mirza Ghulam – yang katanya adalah nabi mereka- tiba-tiba dengan lantang menyebutkan bahwa dia adalah nabi setelah rasulullah, bisakah ini dipercaya? Maaf, hanya orang yang tidak berakal lah jika ia mengaku Islam dan mengimani Kitabullah, yang berani mengatakan ada nabi baru setelah rasulullah. Kemunafikan apa lagi ini? Secara aqidah apa yang warga Ahmadiyah anut dan percayai adalah salah. Itu namanya Kafir. Tak ingatkah kita apa yang dilakukan Abu Bakar r.a. ketika ada nabi palsu yang tiba-tiba nongol di mekkah setelah sepeninggal rasulullah. Abu Bakar menyatakan perang dengan semua nabi palsu itu. Karena ini adalah masalah aqidah yang sudah benar-benar tidak bisa diganggu gugat lagi.

Kedua, kembali kepada aksi yang diadakan oleh aliansi kebangsaan ini. Dalam akasinya kemaren, banyak juga beberapa lembaga yang ikut ambil peran bersama Aliansi ini. “Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Monas bagian selatan ini diikuti 70 lembaga, antara lain Komunitas santri, Nahdlatul Ulama, Ahmadiyah, Komunitas Gereja, Penghayat Kepercayaan, Syiah, dan Pesantren Cirebon” (Tempo, 2 Juni 2008). Sekilas tema kebebasan beragama ini memang adalah hal yang pantas, layak, benar, dan biasa-biasa saja,karena hak beragama adalah hak asasi yang dimiliki oleh manusia. Namun, jika kita melihat lagi lebih jeli, maksud kebebasan ini, yah..bebas. Artinya, saya boleh beragama apa saja dengan cara apa saja. Saya boleh berislam dengan cara Ulil, dengan caranya Mirza Ghulam, dengan caranya Snouck Hurgronje, atau siapa lah.Saya juga boleh berkristen mungkin, dengan caranya Paus, dengann caranya Marthyn Luther atau ada lagi yang lain. Ini kemudian yang menguatkan kebobrokan Ahmadiyah pada pembahasan di atas. Jika memang kebebasan yang seperti ini yang dimaksud, apakah ini bisa dibenarkan dalam Islam? Tidak kawan, jika memang Ahmadiyah, ingin menjadi agama baru, sillakan, tapi jangan bawa islam dung! Islam itu agama yang bersih Bung…ini agama akan dijaga oleh Allah sesuai dengan fitrahnya. Itulah kemudian salah satu fungsi dari syariat Islam untuk ditegakkan, tidak hanya menjaga ummatnya dari “keblinger” tapi juga menjaga dien ini dari segala bentuk campuran-campuran kotor yang bersifat merusak.

Ketiga, Laskar Islam. Ada beberapa hal yang kemudian harus kita rigid-kan pembahasannya, bahwa yang melakukan aksi kemaren adalah Laskar Islam, bukannya FPI. Kalaupun ada anggota FPI yang kemudian ikut di dalamnya, yah… itu terserah mereka, tapi proses hukum harus tetap dijalankan secara fair dung! Kita tidak bisa mencari tikus yang bersembunyi di lumbung padi dengan cara membakar lumbungnya khan? Hal yang mengherankan kemudian adalah, kenapa beberapa cabang FPI yang ada di kota lain selain Jakarta juga menjadi target dan objek kasus, hingga ada kemauan dari beberapa pihak untuk menghapuskan FPI? Khan aneh…yang salah siapa, yang dihumum koq semua? Ini yang kita sebut adil? Kasihan khan, beberapa kantor cabang FPI di daerah seperti di Solo, di Cirebon, kemudian menjadi tempat amuk massa? Mereka salah apa? Kenapa mereka kena getahnya? Tidakkah ada yang aneh dan ganjil dengan semua yang terjadi ini? Tidakkah kita bertanya-tanya dengan semua realita ini? Belum lagi tuduhan dan sangkaan dari beberapa pihak yang memang sengaja memperkeruh suasana.

Keempat, Anarkisme. Aksi dari aliansi kemaren bertujuan untuk mendesak pemerintah segera mengeluarkan SKB. Siapa saja yang terkait denga ini semua ? ada tiga menteri terkait paling tidak yang akan ikut andil dalam pengambilan keputusan ini, Menteri Agama RI, Menteri Dalam Negeri, dan Kejaksaan Agung. Pak Presiden sendiri menyerahkan hal ini pada pihak yang berwenang, karena saya pikir pak Presiden sendiri sekarang sedang sibuk dengan urusan yang lebih penting dan lebih urgent. Kita berhusnudzon saja. Anarkisme sendiri tidak pernah diajarkan dalam Islam, namun Islam mengajarkan Jihad. Ini kata yang sering disalahpahamkan pada masyarakat. Jihad itu tidak melulu berurusan dengan darah dan nyawa. Tapi esensi jihad adalah sebuah kesungguhan dalam bersikap.

Logikanya seperti ini, jika ada tentara luar negeri menyusup ke Indonesia untuk tujuan menghancurkan negara ini, lalu pihak TNI yang tahu, lantas memberangus mereka, apakah ini juga dianggap anarkis? Apakah melindungi kedaulatan itu anarkis? Sama kemudian kasusnya dengan ahmadiyah dan Laskar Islam. Ahmadiyah yang kemudian menyebut diri mereka Islam, tapi dengan aqidah yang salah, adalah para tentara asing yang ingin menghancurkan bangunan Islam ini langsung pada pondasinya. Lalu apakah tindakan Laskar Islam ini yang memerangi mereka dianggap anarkis? Kalaupun dikatakan ekstrem, lebih ekstrem mana, merusak secara diam-diam langsung ke pondasi bangunan atau merusak yang hanya kelihatan di permuakaan saja?

Kalaupun kita mau melihat lagi, sebenarnya apakah tindakan anarkis yang berkaitan dengan ini hanya terjadi kemaren? Tidak kawan…sebelum kemaren juga sudah banyak warga masyarakat yang juga sudah bersikap antipati dengan kedatangan Ahmadiyah di beberapa daerah di Indonesia. Lalu, kenapa sekarang semua pihak hanya menyalahkan FPI? Banyak sekali yang menyudutkan, apakah ini bukan hal yang aneh? Okelah, jika memang alasan yang dipakai adalah anarkisme yang terjadi di Monas, tapi itu juga ada penyebabnya. Jangan terlalu cepat berstatemen. Bukankah kita adalah orang yang cerdas? Kita harus fair lah…dalam kaidah hukum, toh masih ada pertimbangan praduka tak bersalah. Jika kita menjunjung hukum, maka kita juga harus menghormati proses yang berlaku, bukannya dengan lantang kita menjustifikasi salah pada salah satu pihak secara brutal sebelum keputusan syah dikeluarkan. Bukankah ini namanya menyudutkan?

Kelima, Media dan masyarakat. Mari kita semua belajar menjadi masyarakat dan media yang cerdas. Berkaitan dengan masyarakat, kalo yang satu ini, saya yakin kita semua juga hanya mendengar dari berita dan media yang lain. Sekali lagi kita harus bersikap fair. Keputusan belum dikeluarkan, dan kita belum boleh mengambil keputusan dalam bentuk apapun juga, karena akan semakin mengeruhkan suasana. Saya teringat oleh sutu program komedi yang beberapa hari lalu tayang. Sama, membahas mengenai anarkisme FPI. Pada dasarnya media adalah untuk memberikan warta yang benar dan tidak parsial. Jika yang ditayangkan hanya adegan pemukulan dan anarkisme, yah…sudah barang tentu masyarakat akan terbawa dengan setting dan pewacanaan acara. Lalu bagaimana kita bisa mencetak masyarakat yang cerdas kalo caranya saja seperti ini? Yang lebih mengherankan lagi, banyak manusia yang ber-KTP islam, kemudian mencela tindakan FPI (baca; Laskar Islam) kemaren. Oke…kalo memang yang anda tidak setujui adalah tindakan anarkisnya, itupun sekarang masih dalam proses dan kita semua sangat menyayangkan kejadian kemaren. Tapi, klo yang anda tidak setujui adalah tindakan FPI (baca: Laskar Islam) yang “memerangi” ahmadiyah, maka sebenarnya keislaman anda yang layak dipertanyakan.

Inilah hal yang ingin saya share-kan kepada semua temen-temen, mari kita belajar menjadi warga yang cerdas, yang akan memberikan reaksi pada hal-hal dan dengan mekanisme yang tepat. Kepada semua saudara seiman, jangan pesimis dan menjadi rendah diri. Inilah sunatullah dalam berdakwah Kawan! Dakwah dalam setiap masanya, cepat atau lambat pasti akan bersinggungan dengan pemerintahan baik bersinggungan secara sehaluan sehingga akan saling menguatkan atau sebaliknya akan beseberangan sehingga dibutuhkan tenaga yang besar untuk memahamkan kebenaran ini kepada semua lapisan masyarakat, yakinlah semua kebenaran itu hanya datang dari Allah. Jangan menyesal karena terlahir di Indonesia, sebuah negeri perkasa yang sedang bergolak, karena Allah tidak akan membebani ummatnya di luar batas kemampuannya. Kita ada disini, maka kita pulalah yang akan sanggup menyelesaikan semua masalah ini, orang Amerika belum tentu bisa menyelesaikannya. Yakinlah..kita adalah solusi itu. Semua masalah ini akan semakin mendewasakan kita dalam menatap semua masalah ke depan. Toh…dengan adalanya masalah ini, kita juga semakin tersadar bahwa perjuangan ini masih begitu panjang, sedang para munafik itu kini makin terlihat. Teringat dengan perang Uhud, perang yang telah mensucikan pasukan rasulullah dari orang-orang munafik sekelas Abdullah bn Ubay yang bisanya hanya menjadi duri dalam daging dan bersifat melemahkan. Kita terus gali informasinya. Keep d’ spirit of dakwah… wallahualam bi shawab. Semua kebenaran hanya datang dari Allah, tidak ada maksud penulis untuk menyudutkan pihak tertentu,jika ada kesalahan dalam penulisan atikel ini mohon diingatkan. Teriring permohonan maaf bagi semuanya…

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 9, 2008 in Kisah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: