RSS

KaMpUs…

07 Jul

Kampus… entah terdefinisi dalam makna ruang ataupun suatu sifat adalah suatu tempat dimana masa yang melaluinya mengalami sekian banyak modifikasi entah dalam bentuk penyadaran maupun dalam tataran peningkatan kemampuan, akan setia berada dalam posisi yang strategis dalam setiap era perubahan yang menyertai tiap-tiap bagian dari kampus itu sendiri. Saat ini, kita lebih banyak berkata dalam tataran mahasiswa yang notabene menjalankan beberapa fungsi strategis itu, diantaranya sebagai iron stock yang akan selalu menjadi bagian pembaharu yang siap ditempatkan sebagai solusi atas permasalahan ataupun sebagai agent of change yang akan memberikan kontribusi terbesarnya bagi perubahan bangsa yang lebih progresif dan konstan.

Inilah yang kemudian saya sebut sebagai modifikasi sebagai penyadaran insan kampus akan tanggung jawabnya sebagai manusia yang tidak bisa lepas dari setiap jengkal konektifitas dengan Rabb dan lingkunag sekitarnya. Selain sebagai bentuk penyadaran tersebut, adakalanya kita melihat suatu visi ke depan yang boleh jadi adalah suatu hal yang lebih ekstrem ketika kampus berusaha pula untuk mencetak output manusia sebagai director of change. Tidak hanya kemudian kita hanya berfikir sebagai pekerja untuk mengusahakan perubahan itu, tapi adakalanya sudah pula saatnya kita memperhitungkan kemampuan kita untuk menjadi pengendali dari perubahan yang kita upayakan itu sendiri.

Yah…inilah satu dari sekian banyak output yang benar-benar diharapkan dari manusia muda yang sedang “belajar” di kampus. Output yang begitu bernilai adalah suatu cita-cita yang akan terus kita upayakan sebagai bentuk pengabdian kita pada bangsa namun tetap terintegrasi dalam konsep ibadah kepada Allah. Tidak berlebihan kiranya ketika kita memang berusaha untuk mencapai cita-cita sebagai bangsa madani dengan segala keteraturan dan segala solusi yang diberikan atas kompleksifitas problem yang menghadang.

Dalam rangka itulah, kampus telah menyediakan berbagai macam perangkat yang akan terus digunakan sebagai media untuk selalu menghasilkan kader muda yang siap berkontribusi sesuai dengan karakter afiliasinya. Ketika kita kembali sejenak pada pengertian semua aktivitas yang kita lakukan, maka semua itu pada dasarnya akan bermuara pada dakwah. Semua yang kita lakukan pada dasarnya adalah jalan dari sekian banyak cara untuk menyeru pada kebaikan dan mencegah pada kemunkaran. Hal itu kemudian dalam realitanya akan terwujud dalam begitu banyak aktivitas dengan cara dan kreatifitasnya masing-masing. Ada sebagian dari kita yang begitu handal ketika berbicara mengenai konsep dan startegi sehingga pada realitanya dia akan banyak bergerak di “balik layar” hegemoni kampus. Tidak menutup kemungkinan ada diantaranya yang begitu lihai ketika berhadapan dengan khalayak, sehingga hal yang dilakukannya adalah tindakan yang nyata di lapangan. Tak ada yang perlu dibandingkan, ketika kita semua menyadari bahwa semua itu memang dibutuhkan dan sudah seharusnya berjalan secara harmonis dan korelatif.

Dakwah kampus yang bercita-cita ingin mencetak kader yang mampu berafiliasi pada Islam pada tataran keilmuannya masing-masing, akan terus membahana dalam setiap gerak dakwahnya oleh sekian banyak muharibnya. Sekian besar dan banyaknya agenda dakwah ini, kemudian akan terdistribusi kepada semua kader muda guna mendapatkan tujuan besarnya tadi. Melalui amanah-amanah dakwah yang secara langsung ataupun tidak, semuanya itu pada dasarnya adalah proses panjang dan bekelanjutan.

Sekian banyak amanah dakwah itu pada dasarnya adalah media pelatihan bagi kader muda untuk terus menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya. Amanah yang tersedia, bukanlah sebuah beban yang akan menghambat, melainkan adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi karena di balik itu semua akan terdapat hikmah yang luar biasa. Adalah hikmah yang akan membuat kita mampu berproses dan bahkan berakselerasi untuk menjadi solusi bagi kehidupan yang lebih baik. Adalah hikmah yang akan mengantarkan kita pada tingkatan kemampuan dan cara berfikir yang efektif sehingga akan dihasilkan output yang manusia yang tangguh pada setiap masanya.

Amanah yang keluar dari proses dakwah ini, tidak hanya merupakan output yang secara logis keluar dari sekian proses dakwah itu sendiri, melainkan adalah sebuah tanggung jawab yang kita semua sadar akan urgenitas dan kepentingan yang terkandung dalam setiap amanah tersebut. Oleh karenanya, terkadang kita layak untuk merasa heran, ketika secara tidak sadar kita merendahkan nilai dari amanah dakwah yang kita ampu dibandingkan penugasan-penugasan lain yang hanya bersifat pragmatis adanya. Kita layak heran pada pengemban amanah tersebut yang justru merasa dilakukan tidak adil dengan amanah yang diberikan, merasa tidak bebas dan berubah menjadi penghambat aktivitasnya.

Bukan saja amanah yang harus dipertanyakan atas semua masalah di atas. Namun lebih baik bila kita melakukan observasi dari pengemban amanah itu sendiri. Sudahkah niatan yang mengawali lurus karena Allah? Sudahkah dalam pelaksanaan amal, bertindak efektif dan tidak melakukan hal yang sia-sia? Atau jangan-jangan, kita malah terjebak pada sistem kerja serabutan yang justru akan menghasilkan output yang bernegasi dengan harapan yang dicita-citakan. Hal itu memang patut diperhitungkan, karena mau tidak mau turbulensi amal itu akan tetap membersamai aktivitas yang dijalankan. Alhasil, kader yang loyo dan cepat menyerah adalah output yang dihasilkan. Lebih jauh lagi, semua cita-cita besar tadi akan tertunda atau bahkan tidak akan pernah terwujud.

Oleh karenanya, sangat penting ketika kita semua, mulai merenungkan kembali, apakah sekian banyak aktivitas kita selama ini sudah layak dikatakan berhasil. Ataukah kita malah terjebak pada keadaan yang memaksa kita berdusta terhadap keadaan karena kita takut dari kenyataan dan justru lebih memilih jalan lari dan berlepas diri dari semua tanggungan. Sangat penting adanya kita kembali menyadari cita-cita yang dakwah yang begitu luhur, kemudia kita mulai megoptimalkan kembali kemampuan untuk berkatifitas lebih baik lagi.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2008 in Bijaksana

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: