RSS

mABa…

09 Jul

Malam ini saya ada agenda hingga pukul 11 malam. Sebenarnya pingin segera pulang, tapi beberapa jam yang lalu saya mendapat pesan singkat untuk segera datang ke gedung GSP mala mini juga. Ada apa gerangan di GSP? Yah…karena hari-hari ini adalah waktu buat registrasi mahasiswa baru di kampus, jadi hampir semua organisasi kampus sibuk dengan acara penyambutan MaBa. Seakan tidak mau kalah, berbagai elemen gerakan mahasiswa pun turut ambil bagian dalam momen ini. Sekedar menunjukkan eksistensi atau mungkin lebih akrab dikenal sebagai pencitraan lembaga bahwa yang ada di kampus ini bukan hanya manusia-manusia yang “gila” dengan akademis, tetapi juga manusia muda nan cerdas yang juga bersiap untuk mengangkat dan memperjuangkan bangsanya hanya saja melalui sudut pandang perjuangan dan paradigma yang berbeda. begitulah mahasiswa, selalu kaya akan inovasi dan mempunyai kekuatan untuk berdinamisasi dengan keadaan yang menyelimutinya.

Tidakkah kita melihat, beratus anak muda saat ini berkumpul dalam wadah yang sama. Adalah suatu hal yang begitu membahagiakan ketika kita semua berhimpun dan berkumpul seperti ini. Kampus..sebagai wadah yang cukup luas dan integral, harusnya mampu menjadi tempat yang menarik dan comfort dalam upaya membentuk dan meningkatkan kemampuan pemuda untuk menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik. Apakah kampus kita sudah berjalan seperti ini?

Kampus yang sering kali dikatakan sebagai prototype kehidupan bangsa ini, terlalu sayang bila diabaikan begitu saja. Banyak hal kemudian yang harusnya mampu menjadikan kampus sebagai tempat yang begitu potensial. Beribu manusia muda “tumplek-blek” dalam tempat yang sama, itupun masih ditambah dengan waktu belajar yang relative cukup panjang. Sebuah keadaan yang harusnya bisa kita gunakan untuk berbagai hal. Bukankah ini keadaan yang begitu stylist untuk sekedar memberikan kesadaran bagi mahasiswa akan fungsi potensialnya dalam kehidupan berbangsa. Bayangkan saja, apa yang bisa kita lakukan selama empat tahun? Tidakkah kita bisa mempertimbangkannya? Tidakkah kita sudah membuat rencana akan kehidupan yang selama ini di kampus?

Walau bagaimanapun eksistennsi pemuda tidak akan pernah bisa tergantikan. Yang tua akan berakhir dan pemuda secara real adalah pengganti yang [harusnya] bisa diandalkan. Jikalau kita mau belajar dari zaman rasulullah Muhammad saw, maka siapakah Ali r.a? siapakah Zaid ibn Tsabit? Bukankah mereka semua adalah pemuda? Semuanya bukan hanya pemuda, tetapi pemuda yang begitu progresif dalam perjuangannya. Jikalau contoh tadi masih terlalu samar, bolehlah kita menyebut nama anak bangsa seperti Soetomo, Hatta, Syahrir, dan masih banyak lagi. Pengabdian mereka pada bangsa bukanlah hal bisa disepelekan. Tak akan ada habisnya jikalau kita bicara tentang pemuda.

Ya..Yahya…Hudzil kitaaba bi Quwwah…” Allah sendiri telah menerangkan kepada kita melalui isyarat yang pernah Dia berikan kepada Nabi Yahya a.s. belehlah kita semua memetik pelajaran yang begitu berharha ini. Bahwasanya untuk mendapatkan suatu izah, kita harus mengusahakan dengan mengoptimalkan kekuatan. Sebuah kekuatan yang terlahir dari kepahaman tenatang eksistensi dari sebuah masa kejayaan yang secara logika dan dalil akan kita rengkuh kembali. Sebuah kekuatan dalam kebersamaan dan kesatuan ukhuwah yang begitu menghujam dalam sanubari.

Ayo kawan…jangan sia-siakan masamu. Jangan sia-siakan umur yang yang telah Allah berikan kepada kita semua. Adalah sehuah masa yang begitu indah karena kita mampu mengoptimalkan untuk beramal dan melakukan sekian banyak aktivitas yang berguna. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera digarap. Terlalu sayang dan rugi jikalau kekayaan bangsa ini justru menjadi ladang maksiat dan sumber malapetaka karena salah dalam pemanfaatannya. Serukan lantang kepada dunia, bahwa kita akan bangkit, kita akan berubah, kita akan segera meraih yang terbaik dari yang kita usahakan. Sungguh Allah tidak akan pernah menyiakan setiap amal hambanya. Karena kita adalah pemuda…yang tidak akan pernah putus asa dan tidak mau terhina dengan berbagai ancaman dan tantangan yang mendera. Yakinlah kita akan bisa berubah menjadi yang lebih baik, kita akan berubah, kita harus berubah, dan kita pasti berubah. Hingga kemulian itu menjadi hal yang tidak akan pernah bisa dipisahkan dari kita semua.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 9, 2008 in Kisah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: