RSS

Semangat lagi…

31 Jul

Adalah sebuah sunatullah bahwasanya setiap manusia akan mengalami berbagai rangkaian uj coba dan tantangan dari Sang Rabb yang memiliki alam semesta sebagai bentuk cara yang Allah berikan kepada manusia justru untuk meningkatkan kapabilitas dan kredibilitasnya sebagai hamba yang harus secara ikhlas beribadah kepada-Nya. Setiap ujian pada dasarnya adalah sebuah medan jihad yang harusnya dimaknai sebagai tempat berlatih untuk menjadi yang lebih baik lagi.

Adakalanya kita semua diuji dengan berbagai hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Bisa jadi suatu hal yang secara “perhitungan” manusia tidak terjadi pada kenyataannya melakukan fungsi berkebalikan dengan aksioma realita. Suatu hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya malah “kejadian”.

Ketika ketika sedang mendapati diri kita dalam keadaan kekurangan atau kesedihan, maka ujian Allah sebenarnya sedang mentarbiyah kita semua agar menjadi hamba yang tegar dan mampu bersabar. Menjadi hamba yang sebenarnya bisa berbuat lebih banyak lagi dari sebelumnya. Menjadi hamba yang harus lebih produktif dan berguna bagi lingkungannya. Terkadang pula yang demikian adalah isyarat dari Allah mengenai setiap perilaku kita yang terkadang kita sendiri tidak menyadari telah keluar dari As-sholah. Diri ini sedang dididik kembali oleh Allah agar tidak menjadi manusia yang lupa diri dan angkuh.

Terasa sakit dan tidak mengenakkan memang, tapi dibalik itu semua ada sebuah rahasia yang Allah saja yang Maha Tahu. Ibarat seorang anak yang baru saja belajar mengendarai sepeda, ketika ia sedang berjalan, tanpa ia sadari sepeda yang ia kayuh mendekati sungai yang terjal. Syak…sang Ibu akan melakukan segala daya upaya untuk menyelamatkan anaknya. Ia akan berlari, ia akan berteriak, ia akan meloncat guna meraih kembali anknya yang begitu ia sayangi. Bisa jadi sang anak pada akhirnya akan mendapat hadiah “jewer” atau “cubitan” yang akan mebuat ia menangis. Lalu, apakah sang Ibu sudah tidak sayang lagi pada anaknya? Tidak, teriakan itu adalah ekspresi sayang yang begitu mendalam, larinya adalah bentuk kasih yang sangat, sedang hukumannya adalah bentuk cinta yang terlalu menyatu dalam kalbu.

Begitu juga dengan Allah. Terlepas dari bentuk penyamaan sifat-Nya dengan manusia, maka Allah juga begitu cinta kepada hambaNya. Begitu cintanya Allah hingga Dia tidak mau melihat kita semua tersungkur dalam lembah kemaksiatan. Begitu cintanya Allah, hingga Dia tidak mau melihat hambanya terburai lesu dalam jurang kehampaan. Betapa cintanya Allah kepada manusia, hingga dia sendiri mencurahkan rahmatNya dalam bentuk ujian yang bertubi-tubi. Allah menguji manusia, karena Dia tahu, manusia mampu menjawab tantangan ini semua, manusia mampu bangkit dari setiap keterpurukan yang melandanya. Manusia mampu keluar dan berkontribusi untuk keberhasilannya. Lalu masihkah pantas manusia bersikap putus asa? Bukankah sebenarnya ini adalah suatu bentuk kekufuran yang begitu nyata? Tidakkah setiap kita sadar Allah begitu cinta kepada manusia. Begitu cintanya Allah hingga kesabara ini akan berbuah pahala yang besar, begitu cintanya hingga setiap usaha menjawab ujian ini Dia balas dengan kebaikan.

Maka malulah kalian yang ketika diuji oleh Allah justru terjerembab dalam kehinaan karena tidak mampu mengambil ibrah di balik semua ini. Maka sudah selayaknya kita semua kembali menata diri untuk keluar dari setiap ujian Allah dengan predikat Cumlaude “ketaqwaan”. Layaknya anak sekolah yang mengahadapi ujian, ketika ia lulus maka ia akan naik kelas. Maka sama hakikatnya dengan manusia yang lulus dari ujian Allah. Ia akan tampil sebagai manusia baru yang lebih tegar dan lebih tahan hantaman. Tidakkah kita semua ingin mendapatkan nikmat ini?

Karena kita semua adalah pejuang sejati. Yang akan mengubah jerembab kelesuan menjadi peluang baru, yang mampu keluar dari lumpur keterpurukan pada kegemilangan yang didambakan. Yang mampu keluar dari kelamnya cobaan pada cahaya baru ketersingkapan hikmah, yang mampu mengubah setiap gelintir kegagalan menuju kemenangan sejati, yang akan mampu keluar dari setiap ujian dengan prestasi baru ketaqwaan. Yang akan mengubah setiap mimpi hingga menjadi realita yang begitu jelas. Karena cita-cita besar ini tak akan berhenti di angan-angan saja.

Maka yakinlah kawan, Allah sekali-kali tidak pernah menyiakan manusia. Dia adalah Rabb yang begitu cinta kepada manusia. Bersabarlah, karena di balik kesabaran itu terkandung makna yang dahsyat mengenai rahasia sukes dalam menjalani setiap tapak rintih kehidupan dunia. Wallahualam bi shawab.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 31, 2008 in Bijaksana

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: