RSS

Siapa TERORIS?

10 Mar

Kepolisian Indonesia nampaknya sedang menemukan kembali ritme keperwiraannya dengan keberhasilan Densus 88 meringkus “membunuh” teroris di Pamulang. Benarkah yang dibunuh adalah teroris? belum banyak fakta yang bisa digali hingga tulisan ini dibuat… Paling tidak, prestasi ini harus diapresiasi positif karena rating polri kembali naik paska kasus pertikaian dengan KPK akhir tahun 2009.

Mari kiita lihat dari sudut pandang yang sedikit berbeda…

Jika kita selama ini mengingat kasus penegakan terorisme di Indonesia, hampir semuanya selalu diakhiri degan pertumpahan darah dan hilangnya nyawa. Mungkin, actor intelektual bom bali lebih beruntung, karena tidak langsung dibunuh ditempat. Masih ada kesempatan sedikit untuk “menikmati” sel penjara walaupun beberapa bulan saja. Di luar itu, hampir semuanya berakhir tragis dan masyarakat hanya mendapat informasi teroris telah wafat. Selesai!

Pernahkah selama ini kita berpikir sejenak, darimana justifikasi teroris ini berasal? Orang yang diduga teroris memang tidak mungkin mengakui tindakannya adalah bagian dari aktivitas menteror manusia. Tapi, jika kita merunut lebih dalam lagi, kebanyakan justifikasi itu selesai di pihak penegak hukum. Media hanya membantu mempercepat akselerasi penyebaran berita, sehingga dalam sekejap seakan-akan masyarakat pun juga melakukan justifikasi yang sama. Alhasil, semuanya sependapat dengan justifikasi tersebut.

Kali ini bukanlah pembahasan mengenai terorisme, apakah baik atau tidak. Tindakan menteror, menakut-nakuti, mengancam, atau bahkan menghilangkan nyawa manusia secara sengaja, adalah bagian dari kejahatan. semua orang sepakata dengan hal itu. Hanya saja, pernahkah sedikit saja kita membuka hati kita untuk mendengarkan pendapat mereka perihal motif mereka melakukan tindakan yang dijustifikasi sepihak sebagai terorisme. Saya katakana sepihak, karena memang keran-keran bagi pelaku seakan-akan ditutup. Ibarat air mengalir yang ditahan di ujungnya..maka suatu saat air akan mencar jalannya sendiri untuk keluar. Inilah yang disebut sebagai reaksi.

Kenapa kita tidak memberikan ruang bagi pelaku untuk sedikit memberikan keterangan tentang motif atau segala hal yang mempengaruhinya bertindak kejahatan. Dengan cara ini, maka masyarakat juga akan dicerdasakan, sehingga justifikasi suatu tindakan termasuk kategori terorisme adalah di masyarakat. Karena masyarakat adalah elemen terbesar yang ada dalam suatu sistem kenegaraan. Apabila justifikasi itu, di tangan masyarakat, maka sebenarnya polisi tidak perlu risau dengan tindakan terorisme, karena apabila masyarakat sudah antipati dengan teroris, maka sistem imun “ketahanan” akan otomatis terbentuk. Bukankah setiap warga Negara berhak dan berkewajiban untuk membela negaranya.

Nah…inilah yang selama ini terjadi..justifikasi yang diberikan telah selesai di pihak kepolisian dan itu dirasa sudah cukup untuk memberikan label otentik bagi informasi yang akan diberitakan oleh media. Alur informasi yang hanya berasal dari satu pintu inilah yang membuat masyarakat tidak bisa menganalisis lebih jauh lagi. Ibarat scene dalam sebuah film, masyarakat hanya diberikan gambaran satu scene dari sekian banyak scene yang sebenarnya saling berkorelasi. Alhasil, seakan-akan kita dituntun untuk memberikan justifikasi yang sama tanpa melihat fakta motif yang komprehensif.

Mari sama-sama melihat dengan komprehensif… Tindakan terror walau bagaimanapun adalah kejahatan. Dengan data yang lengkap da didukung analisis yag komprehesif, kita sebagai masyarakat akan mampu memberikan respon konstruktif dalam penegakan hukum di negeri sendiri. end.

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on March 10, 2010 in Kisah

 

2 responses to “Siapa TERORIS?

  1. kusuma wardhani

    April 21, 2010 at 7:46 am

    seperti Sherlock Holmes yang selalu memberi kesempatan pada pelaku untuk menyampaikan motif kejahatannya.

     
  2. dimasagil

    August 27, 2010 at 9:29 am

    bisa jadi gitu…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: