RSS

K.C.B.

20 Sep

Sebulan yang berharga kemaren,nampaknya menjadi ajang hebat dalam sebuah peperangan. Ini bukanlah masalah syetan yang diikat dengan rantai atau surga yang di bukakan pintunya. Ada satu hal yang menarik untuk diamati dalam sebulan yang lalu di televisi yang notabene masih menjadi rujukan paling dekat bagi masyarakat kita dalam mencari hiburan.

Bicara masalah hiburan televisi, sinetron adalah bagian dengan porsi jumbo dari serangkaian acara di layar canggih itu. Dalam satu hari, bisa saja ada banyak sinetron yang diputar. Spesial pada bulan ramadhan, sinteron ini banyak yang mulai menghias diri. Menyesuaikan dengan suasana pasar yang mulai bernuansa religi. Maklumlah…tidak ada yang mau kehilangan pelanggan. Bahkan, dalam sebuah wawancara, seorang direktur rumah produksi, mengatakan target pertama semua hiasan ini adalah rating (hebat …boleh ni ditiru semangatnya ).

Pada kesempatan yang sama, sebuah stasiun televisi menayangkan sebuah sinetron ramadhan bertajuk cinta, yang terinspirasi dari film yang telah mendahuluinya. KCB…!!Sebuah karya seni drama yang konsisten membawakan cerita cinta. Bukan cinta biasa, melainkan pembelajaran cara membangun cinta yang sesuai dengan syariat Tuhannya.  Pada awalnya, saya termasuk yang tidak setuju jika ada sinetron seperti ini. Ada kekhawatiran, jika cerita ini ditayangkan dalam format sinetron, malah akan menyimpang jauh dari konsep awalnya. Saya pikir alasan saya cukup rasional, karena biasanya sinetron yang ceritanya dibuat-dibuat dan kadang sengaja dipanjang-panjangkan. Demi mengejar tumpukan rupiah rela mengorbankan sesuatu yang telah dibangun sebelumnya.  Pengagum film yang sebenarnya bisa saja bosan, dan akhirnya menjauh pada film-film serupa di periode mendatang. Akhirnya, semua yang dibangun sejak awal malah menemui jalan buntu.

Namun hari ini saya menyadari, ada misi lain di balik semua scenario tersebut. Jika kita membandingkan antara film dan sinetron dari sudut pandang frekuensi penayangan, tentu saja film kalah jauh. Mungkin sebuah film hanya akan ngorbit dalam satu atau dua bulan saja, sedangkan sinetron bisa berbulan-bulan ditambah frekuensi mingguan yang cukup sering.

Dari kacamata yang lain, akses masyarakat terhadap televisi dan bioskop masih berbeda cukup jauh. Seringkali bioskop hanya ada di kota-kota besar, berbeda dengan televise yang sudah menjamur bahkan bisa jadi jamurnya telah beranak pinak. Maksudnya, satu rumah bisa saja memiliki beberapa televise sekaligus. Belum lagi masalah modal yang harus dikeluarkan. Secara financial, melihat televise jauh lebih murah dibandingkan dengan melihat film di bioskop.

Cukuplah hal ini menjadi alasan yang rasional, kenapa sinetron memberikan pengaruh yang hebat bagi masyarakat. Pada akhirnya,jika kita korelasikan kembali pada masalah KCB, saya menyadari alasan pemilihan penayangan KCB dalam versi sinetron. Jika dibandingkan dengan sinetron yang lain, yang justru mengelabuhi ummat,menjauhkan  dari kecintaan pada  syariat Tuhannya, yang malah ngibulin ummat karena memberikan gambaran yang salah tentang kaidah yang sebenarnya.

Tanpa disadari, medan perjuangan dalam mengajak manusia pada kebaikan semakin luas.Selain bertemu wilayah garapan yang luas, ternyata tantangan yang ditemui adalah benturan karakter manusia yang juga beragam.  Aktivitas mengajak manusia ini pun akan berinfiltrasi pada wilayah-wilayah yang selama ini terkenal glamor. Seni adalah bagian yang cukup mudah diterima banyak orang. Siapa yang bilang seni adalah aktivitas bebas nilai… Justru dia adalah senjata yang ampuh saat banyak manusia mulai bosan dengan untaian kata-kata di atas mimbar. Maka persiapkanlah untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu sanggupi…cip! Beginilah sineas “bicara”.

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on September 20, 2010 in Kisah

 

2 responses to “K.C.B.

  1. nad

    September 22, 2010 at 2:44 pm

    kalo nanti aku punya rumah dim, punya anak-anak,
    aku ga akan beli tivi. ndak akan masang tivi.

     
  2. dimasagil

    September 23, 2010 at 9:00 am

    kasihan tuh anaknya…nad..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: