RSS

Menjadi Profesional Berkualitas

09 Mar

Dalam beberapa pelatihan, sering kali diberitahukan beberapa pilihan masa depan yang bisa diraih. Dengan segala usaha yang sudah dilakukan selama beberapa tahun menuntut ilmu di kampus, maka dikenal beberapa lokus performansi masa depan, Public Sector, Private Sector, atau Third Sector (kayake gitu..).

Public sector, berarti memilih untuk berkontribusi dalam wilayah-wilayah publik. Mempunyai frekuensi interaksi dengan publik lebih banyak. Akrab dengan masyarakat, menjadi tokoh yang dikenal dan beberapa konsekuensi yang lain. Misalnya presiden, menteri, pejabat, anggota DPR, atau tokoh publik yang lain, termasuk Ketua RT.

Private sector, lebih dikenal renyah dengan swasta (private). Menjadi profesional yang bekerja di perusahaan pribadi atau company yang lain. Menjadi manajer riset, teknisi, akuntan, dokter, arsitek, ahli biologi, ahli obat, atau bahkan menjadi dukun pijat. Semuanya terkait dengan performansi yang yang dilakukan secara profesional. Dikerjakan dengan SOP (walaupun kadang ada yang mengartikannya “bekerja seperti robot”, tapi itulah SOP).

Third sector, biasanya diisi oleh manusia-manusia hebat (bukan berarti yang lain tidak hebat). Mereka hadir dengan aroma baru, untuk menjaga sesuatu yang menjadi bagian dari pemikirannya. Mendirikan LSM untuk HAM, perlindungan Buruh, aliansi tertentu, atau juga yang lain.

Jika berbicara masalah harta, nampaknya semua orang juga mengetahui, layaknya kurva normal (ini hanya asumsi), private sector rata-rata memberikan hasil yang lebih berlimpah dibanding yang lain. Buah bekerja secara profesional sesuai dengan SOP memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan. Itulah kenapa buruh pabrik lebih banyak dibanding buruh tani, atau banyak yang tidak jadi ngambil S2 (mungkin) karena sudah merasa cukup. [masalah harta sampai disini saja].

Hanya saja, kadang kala, menjadi seorang profesional nampaknya juga menjadi dilema tersendiri. Bagi anak muda yang sudah kental dengan aroma pemikiran tertentu, yang cenderung ketat dan bercita-cita besar untuk mejadi pahlawan (hanya sebutan saja) bagi masyarakatnya, harus benar-benar memperhitungkan beberapa paramter berikut.

Bila suatu hari berada dalam lingkungan profesional (kebetulan dalam prusahaan bonafid juga), maka coba dilihat kembali, jika saja keberadaan kita ternyata tidak memberikan banyak hal untuk “cita-cita yang lebih besar”. Menurut saya ada beberapa hal kenapa hal ini bisa terjadi :

1. Kompetensi yang dimiliki memang tidak mencukupi untuk menjadi expertise di bidangnya, sehingga kontribusinya menjadi minim.

2. Lingkungan kerjanya tidak mendukung untuk mendukung aktivitas yang lain, sehingga merasa seperti terpenjara. Akhirnya hasilnya pun tidak baik.

3. Memang sudah bosan untuk mengejar “cita-cita yang lebih tinggi”. Merasa sudah selesai perjuanganya dan memilih mundur.

4. Memang kerja profesional yang dijalani tidak bersinggungan dengan  elemen yang menjadi cita-citanya.

5. Tersilaukan oleh banyak hal kemewahan yang mejadi fasilitas. Sehingga enggan untuk meraih yang lain.

Sehingga..inilah yang perlu disiapkan mulai dari sekarang. Saya tidak sedang mengatakan memilih 1 jalan dan memfokuskan hanya pada jalan itu adalah pilihan yang paling tepat. Kita tidak pernah tahu, akan seperti apa kita di masa depan. Hanya saja, kita harus siap dengan serangkaian perihal besar yang bisa jadi tiba-tiba menghampiri. So…mulai sekarang, harus mulai mempersiapkan lebih banyak perbekalan. Belajar untuk memiliki kapasitas ekstra. Menjadi extraordinary…

Jangan sampai, “cita-cita yang tinggi” terhijab oleh berbagai hal yang sebenarnya bisa diatasi.Menyerah sebelum waktunya, memilih jalan berbalik dikala harusnya lurus menatap ke depan.. dan akhirnya menjadi pecundang yang kabur dari medan pertempuran. Semoga kita semua sama-sama dikuatkan dan dijaga oleh  Yang Maha Perkasa untuk melakukannya.

Mari bersama-sama saling menyiapkan bekal… [bekal terbaik tetap taqwa koq…, yang ini mahal harganya]

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 9, 2011 in Celoteh

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: