RSS
Gallery

Sekedar ide,,

09 Mar

Melihat keterbatasan dalam ketersediaan energi listrik, maka ada beberapa  hal yang sebenarnya bisa dilakukan. Solusi dari keterbatasan tadi adalah mekanisme penghematan dan upaya pengembangan power plant. .

>>> Penghematan

Salah satu paradigma yang hari ini berkembang ketka dihadapkan dengan permasalahan penghematan adalah pada sisi intensitas penggunaan, Bukan hal yang salah, dengan mengurasngi konsumsi listrik pada saat beban puncak, memberikan hasil efektif untuk menekan daya yang harus dikonsumsi untuk melayani beban puncak.

Namun, penghematan tidak hanya dilakukan dengan cara konvensional, mengurangi intensitas penggunaan tenaga listrik, tetapi bisa juga dilakukan dengan cara yang lain. Memilih alat rumah tangga dengan efisiensi yang cukup tinggi, penggunaan lampu hemat energy, dll.  Salah satu ide menarik terkait dengan penghematan adalah optimalisasi tipologi bangunan. Sustainble architecture adalah sebuah teori pembuatan bangunan yang efektif. Artinya, bangunan perumahan yang nantinya akan dibagun, dibuat sedemikian rupa sehingga intensitas cahaya matahari pada siang hari cukup memenuhi kebutuhan peneragan pada saat itu. Belum lagi pembuatan ventilasi yang benar, akan menghemat penggunaan AC untuk penyejuk ruangan.

Penggunaan fuel cell pada alat elektronik sebagai pengganti baterai konvensional yang harus dicharge juga merupakan upaya dalam efisiensi. Salah satu penemuan menarik adalah DMC (Direct Methanol Fuel Cell). Dengan alat ini, baterai pada alat elektronik portable bisa diganti. Beberapa pabrikan notebook telah mengganti penggunaan baterai-nya dengan DMFC. Berita menarik lain penggunaan Fuel Cell adalah sepeda motor berbahan bakar fuel cell karya BPPT. Walaupun harga produksi masih mahal, paling tidak streotip alternatif sumber energy telah mulai didupayakan.

>>> Pengembangan Power Plant

Optimalisasi pembangkitan listrik adalah upaya yang tidak bisa ditinggalkan. Studi dan penelitian mendalam terkait dengan hal ini harus tetap dilakukan. Salah satu permasalahan yang dihadapai dalam mekanisme pembangkitan penggunaan bahan bakar fosil sebgai bahan yang masih mutlak diperlukan.

Beberapa pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan minyak bumi dan batubara sebagai bahan bakar prosesnya. Penggunaan batubara memang cukup rasional, dengan harga yang relating murah dan ketersediaan yang cukup melmpah, adalah alasan kuat penggunaan batubara masih dipertahankan.

Usaha yang harus dilakukan oleh negeri ini agar permasalahan ini bisa teratasi adalah dengan upaya diversifikasi energi. Diversifikasi energi ini terkait dengan penganekaragaman penyediaan dan pemanfaatan energi. Penyediaan sumber energy hendaknya sudah mulai merambah jenis lain, tidak hanya berkutat denga bahan bajar fosil.

Sumber daya energy lain yang masih bisa dioptimalkan adalah panas bumi, gas alam, air, angin, bio gas, dsb. Penggunaan air sebagai tenaga untuk memutar turbin pada pembangkit mikro hidro adalah cukup efektif dan memadai untuk melayani kebutuhan listruk dalam sekup area yang kecil. Walapun hal penggunaan teknologi ini masih bergantung pada intensitas dan keajegan debit air, tapi hal tersebut bisa dipertimbangkan.

Penggunaan angin di daerah pantai adalah ide yang cukup signifikan. Angin yang terdapat di daerah pantai bisa digunakan untuk memutar turbin listrik. Tenaga yang dihasilkan memang tidak terlalu besar. Namun, tenaga yang dihasilkan bisa disimpan terlebih dahulu dalam bentuk tenaga accumulator sehingga disa dipakai di lain waktu.

Optimalisasi bio gas adalah hal yang cukup menarik. Bagaimana kemudian kita bisa menyediakan tenaga melalui bahan nabati yang tersedia di ingkungan. Dalam skala kecil proyek ini cukup relevan dalam penyediaan sumber energy bagi daerah skla kecil. Dalam skala yang lebih besar, kita boleh belajar dari pembangkit listrik Sarbagita di Bali yang memanfaatkan sampah sebagi bahan bakar proses pembangkitannya.

Masih banyak hal lain dari negeri yan harus dioptimalkan, Studi mendalam mengenainya harus tetap berjalan. Sebagai kaum intelektual, tentu bukan hanya bisa menuntut, melainkan turut bekerja bersama untuk membangun negerinya.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 9, 2011 in Energi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: