RSS
Gallery

Kualitas Amal Mendunia

27 May

Wuihh..baru-baru ini Indonesia kedatangan banyak tamu artis dari manca negara. Sebut saja Katy Pery, Avenged Sevenfold (tapi gak jadi), dan terakhir Super Junior. Semuanya disambut dengan riuh lagi hiruk pikuk oleh anak muda terutama. Dengan suka gembira mereka datang, berbondong-bondong ke pusat pertunjukan, membawa ambisi untuk melihat sang mega bintang. Berteriak melepas kegembiraan penuh kepuasan.

Sebenarnya ada banyak hal yang bisa ditelisik kembali dan ternyata menjadi bahasan yang menarik.  Tentu ada banyak pendapat yang berkomentar. Ada yang oke namun tak jarang pula yang melihat dengan sudut mata penuh kernyit. Ini acara apa sih? Mungkin seperti itu.

Terlepas dari semua itu, namun kita sudah selayaknya mampu mengambil sebuah keniscayaan dari semua fenomena ini. Jauh-jauh mereka didatangkan dari negara lain, hanya untuk beberapa jam saja pun dengan harga yang  sangat mahal. Sudah pendek, toh para penggemarnya juga sudah sangat bahagia.

Inilah kemudian yang saya sebut sebagai kualitas. Kualitas yang memang prima, akan  membuat semua orang dengan bahasa apapun menjadi mengerti apa yang disampaikan. Kualitas yang memang hebat, membuat manusia di dunia mengenal sehingga batas-batas regional menjadi tidak berdaya untuk menahan demamnya. Kualitas inilah yang akhirnya menghegemoni dan akhirnya diterima.

Seseorang yang berkualitas, akhirnya diterima kata-katanya, diterima pendapatnya. Jangan heran jika cara bicaranya ditiru banyak orang. Jangan heran jika cara berpakaiannyya menjadi trend yang hangat dalam pergaulan. Menelisik dalam sendi-sendi pergaulan, jika dalam taraf ekstren akan menjadi budaya baru.

Inilah yang kemudian saya maksud dengan mengubah dunia. Ketika seseorang bercita-cita mengubah dunia dengan kerja-kerjanya, maka ada satu hal yang menjadi pra syarat kauniyahnya. Kerjanya, amalnya berkualitas dunia. Mana mungkin ada manusia berharap ingin mengubah dunia, berpengaruh secara global, namun kualitas kerjanya hanya memenuhi standari dirinya, memenuhi standar desanya , apalagi sekedar negaranya. Tentu tidak bisa…

Itulah akhirnya yang mendorong kita semua, yang bercita-cita besar untuk memberi warna dunia selayaknya bekerja keras untuk untuk memenuhi parameter-parameter global, parameter dunia. Dengan cara ini, maka kerja kita akan diterima dimanapun kita berada. Apapun bahasa kita akan lebih mudah untuk diterima. Begitulah akhirnya sifat kauniyah atas kualitas amal-amal kita, jika kita memang ingin mengubah dunia.

Lalu sudah seberapa jauh kita menyiapkan diri kita? Apakah kita akan mencukupkan diri dengan parameter-parameter “sepele”? Yakinkah kita untuk benar-benar mewarnai dunia? Apakah ia, kita akan menjual cita-cita besar dengan 5-10 juta per bulan? Apakah keinginan besar ini layak ditumbangkan dengan ujian yang sudah menjadi  keniscayaan yang mengiringi?

Yang ingin digarisbawahi dalam hal ini adalalah benar-benar bersungguh-sungguh untuk menjadi optimal atas peran kita di masa depan. Kualitas amal kita tidak boleh remeh temeh, agar kebermanfaatannya pun semakin meluas. Jangan ragu-ragu untuk mendorong diri sendiri untuk menjadi pribadi yang kualitasnya mendunia. Dengan demikian kita akan senantiasa bergerak, terpacu dengan target-target baru, tidak mudah loyo dan selalu bersemangat. Dan jangan lupa, kualitas kita harus memenuhi parameter sesuai yang kita cita-citakan. Mari menyiapkannya sejak dini…!!!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 27, 2012 in Bijaksana

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: