RSS

Category Archives: Celoteh

Gallery

Menemukan Modal Usaha:dimana?

Modal merupakan perihal yang penting dalam dunia usaha. Modal memegang peran yang besar karena berkaitan dengan core dari usaha yang akan dijalankan. Modal sering kali diartikan sebagai suatu bentuk materi yang akan digunakan dalam dunia usaha. Namun demikian, pada dasarnya dalam mendirikan usaha modal materi bukanlah satu-satunya modal yang harus dimiliki oleh banyak pihak pelaku usah.

Beberapa modal non materi yang juga harus dipenuhi bagi pelaku usaha diantaranya adalah modal mental dan etos kerja yang mumpuni. Dalam dunia usaha, mendapatkan kegagalan memang bukan pilihan semua orang, hanya saja tantangan demi tantangan yang akan dilewati oleh pelaku usaha juga tidak sedikit, sehingga diperlkan kesiapan yang prima.

Selain itu, moda non material yang harus diupayakan adalah strategi pengelolaan barang/jasa yang akan dipasarkan. Dengan memiliki modal berikut, maka seorang pelakau usaha sudah menentukan capaian-capaian yang bisa diperoleh sebagai target usahanya. Modal non material lainnya adalah relasi dan kemampuan komunikasi. Bertemu dengan banyak klien tentu saja membutuhkan skill khusus untuk berkomunikasi sehingga relasi akan semakin berkembang dari waktu ke waktu.

Setelah semua modal non material sudah dirasa cukup, maka pelaku usaha memulai untuk menentukan modal material yang kan digunakan. Tidak semua orang memiliki banyak materi sehingga bisa melakukan pembukaan usaha dengan cara yang mudah. Untuk memenuhi tujuannya mendirikan usaha, maka seorang pelakau usaha bisa mengoptimalkan beberapa pilihan alternatif untuk mendapatkan modal material, diantaranya:

1. Perbankan

Modal yang diperoleh dari perbankan biasanya berwujud pinjaman. Bank akan memberikan pinjaman kepada pelaku usaha yang memang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kredit dari Bank yang bersangkutan. Perlu diingat, bahwa pinjaman yang diberikan bank tentu saja memiliki konsekuensi bunga yang harus ditanggung oleh pelaku usaha.

Alternatif lain yang bisa diambil untuk melakukan pinjaman usaha bisa memilih bank atau lembaga keuangan yang mempunyai sistem bagi hasil. Dengan demikian, pelaku usaha tidak perlu takut akan bunga yang terus menumpuk, melainkan justru memacu untuk bekerja keras sehingga bisa membagi hasil usaha hingga pinjaman lunas.

2. Investor

Modal yan cukup banyak bisa juga diperoleh dengan menggaet investor untuk turut serta berinvestasi dalam usaha yang akan dilakukan. Investor akan memberikan modal kepada pelaku usaha dan proses pembagian keuntungan bisa dilakukan berdasarka kesepakatan aturan hukum yang berlaku.

3. Koperasi

Prose perolehan modal bisa dilakukan dengan pinjaman kepada koperasi yang bersedia memberikan pinjaman.

4. Menjadi Agen Produk/Jasa

Untuk menjadi agen dari suatu produk tertentu, biasanya pelaku usaha merupakan kepanjangan tangan dari produsen resmi suatu produk. Biasanya pelaku usaha hanya menyediakan tempat untuk melakukan usaha sekaligus bertanggung jawab atas usaha yang dilakukan. Selanjutnya, proses pembagian hasil usaha dilakukan dengan pemberian batas minimal dari produsen, sedangkan sisanya merupakan hal agen untuk mengolah produk dan mengambil keuntungan darinya.

5. Menjadi binaan dari suatu BUMN atau Lembaga

Untuk lebih memudahkan proses usaha, maka bisa juga diambil pilihan untuk mendaftarkan usaha atau rencana usaha yang dibuat kepada BUMN atau lembaga terkait. Dengan demikian, pelaku usaha akan mendapatkan modal dari BUMN atau lembaga tertentu sehingga bisas tetap melakukan core usahanya. Dalam praktiknya, modal usaha tersebut bisa dikembalikan seiring dengan laba usaha yang diperoleh dari penjualan.

6. Membuat Proposal Usaha Layak Jual

Alternatif ini merupakan cara yang cukup berkembang akhir-akhir ini mengingat animo pemerintah dan masyarakat kepada dunia usaha yang melonjak grafiknya. Secara pribadi atau kelompok, suatu anggota masyarakat bisa membuat proposal yang berisi rencana usaha dan didaftarkan pada suatu event tertentu sehingga mendapatkan pembiayaan dengan syarat-syarat yang telah disepakati.

Tapi jangan lupa juga..selama masih di dunia juga mencari modal untuk akherat kelak..percuma kan,sukses di dunia tapi di akherat di rebus juga..oke choy…^__^

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on September 27, 2011 in Celoteh

 
Gallery

Bikin Garuda ketawa,,ha,,ha,,

Dunia ini memang memiliki banyak keindahan. Begitu perhatiannya Allah terhadap manusia, semua fasilitas penunjang hidup telah disediakan. Bahkan, ketika kita mungkin tidak sempat meminta, Allah mencukupkannya untk kita semua.. Sebut saja udara, mungkin tiap bangun tidur kita tidak pernah memohon kepada Allah untuk dicukupkan pasokan oksigen buat kita. Hmmh….

Tidak hanya itu, semua hal yang membuat kemualiaan manusia di dunia juga disediakan bagi mereka yang mau berikhtiar. Berbagai jenis makanan yang bisa menggoncang perut saking nikmatnya, berbagai kendaraan sehingga bisa bepergian dengan nyaman, sahabat karib yang begitu perhatian, wanita dengan segala kelebihan dan kekurangannya, ataupun anak yang bisa dibanggakan, serta masih banyak harta materi yang lain. Jangan lupa, harta non-material yang lain, ketenangan, rasa aman, rasa tenang, kedamaian, dll.

Tapi, karena memang sifat manusia yang sering lupa, kadang kita berlebihan dalam berbangga menikmati semua kenikmatan. Melupakan dari siapa semua tadi berasal, mulai berani meremehkan orang lain karena  tidak bisa menyamai, mulai merasa sombong, dan bisa jadi melupakan syukur.. dicabut da nikmatnya,,,

Belajar dari PSSI… bukan berarti memihak salah satu… Hanya saja, ada hal menarik yang sebenarnya bisa diambil pelajaran. Saat ini, drama PSSI belum juga berakhir. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2011 in Celoteh

 

Menjadi Profesional Berkualitas

Dalam beberapa pelatihan, sering kali diberitahukan beberapa pilihan masa depan yang bisa diraih. Dengan segala usaha yang sudah dilakukan selama beberapa tahun menuntut ilmu di kampus, maka dikenal beberapa lokus performansi masa depan, Public Sector, Private Sector, atau Third Sector (kayake gitu..).

Public sector, berarti memilih untuk berkontribusi dalam wilayah-wilayah publik. Mempunyai frekuensi interaksi dengan publik lebih banyak. Akrab dengan masyarakat, menjadi tokoh yang dikenal dan beberapa konsekuensi yang lain. Misalnya presiden, menteri, pejabat, anggota DPR, atau tokoh publik yang lain, termasuk Ketua RT.

Private sector, lebih dikenal renyah dengan swasta (private). Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on March 9, 2011 in Celoteh