RSS

Category Archives: Kisah

Bersyukur dulu..!

Beberapa hari ini saya berlatih untuk bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi ternama di Indonesia. Melihat namanya saja, pasti semua orang sudah bisa membayangkan, betapa besar pengaruhnya perusahaan layanan ini dalam kehidupan masyarakat.

Kali pertama saya, menginjakkan kaki di tempat ini, memang dengan niatan yang tulus, harus belajar dengan baik. Tidak boleh menyiakan waktu yang tidak lama untuk hal-hal yang tidak ada gunanya. Mungkin hal ini pula yang memberikan ruh untuk tetap fokus belajar (bukan berarti ga becanda, lho ya…).

Ada beberapa hal baru yang saya temui selama di tempat ini beberapa hari ini. Pertama, masalah jam kerja. Sudah bukan hal aneh lagi memang, jika bekerja di perusahaan swasta maka kita akan di”force” untuk berperilaku sesuai dengan SOP. Inilah cikal bakal unik yang membuat para engineer sebenarnya bekerja secara profesional. Kembali pada masalah jam kerja, saya mulai aktif dari jam 8 hingga jam 5 sore. Dengan mempertimbangkan akses kota yang padat, tiap jam keberangkatan dan kepulangan, maka harus selalu menyiapkan waktu ekstra. Menghitung dengan baik, agar bisa sampai kantor tepat waktu. Menghitung waktu jalan normal, ditambah alokasi waktu macet, dan waktu tak terduga, ternyata semuanya bisa diajalankan cukup mudah (paling tidak bisa menikmati). Begitu juga ketika waktu sore hari sepulang dari kantor…

Nah, hal yang aneh selama ini adalah… ternyata saya baru sadar bahwa sejak 2 hari yang lalu, saya belum merasakan panas matahari seperti hari-hari biasa. Jika dilihat dari segi waktu, hal ini cukup logis… Untuk sampai kantor tepat waktu, saya sudah harus berangkat minimal 45 menit sebelum jam 8 pagi. Pada waktu-waktu ini, ternyata matahari belum kelihatan penuh… Nah, ketika sore hari.. keluar dari kantor baru jam 5 sore,, ternyata matahari sudah tertutup sebagian di bagian barat… ya sudahlah.. apa daya… saya ga bisa nyuruh matahari..juga khan!

Permasalahannya bukan pada kita terkena sinar matahari atau bukan.. Hanya saja, ada beberapa hikmah yang sebenarnya terjadi.. Tidak terasa sekian banyak aktivitas manusia terkadang membuat lupa..ada banyak karunia yang melingkupi di sekitarnya.. Mungkin karena dianggap terlalu biasa, atau bukan bagian dari tujuan/target hidup..jadi tidak pernah dipedulikan.. Terhijab oleh sekian banyak target hidup, aktivitas rutin yang tidak bisa dikendalikan, atau yang lain.. sehingga kita malah lupa bersyukur…

Nah..inilah yang kadang melanda.. bener ga ya???

Yuph.. jangan lupa bersyukur…! termasuk saya…

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on March 3, 2011 in Kisah

 

Air hangat dan gula: betapa mereka ingin memberi yang terbaik

Belajar dari matahari..

yang begitu mencintai titah tuhanNya..

senantiasa memberi…

Beberapa hari yang lalu, Allah memberikan kesempatan untuk kembali belajar kepada sebuah keluarga yang begitu santun. Rumahnya begitu sederhana, namun jika masuk ke dalamnya, maka akan tercium betapa semua anggota keluarga ini begitu kaya hatinya. Senyumnya selalu terukir indah kepada kami yang datang.

Mereka layaknya keluaga yang lain, mata pencahariannya adalah petani “penderes” nira kelapa. Sebelum bencana erupsi merapi akhir tahun lalu, mereka adalah keluarga yang cukup makmur. Buah dari keuletan dan ketelatenan dalam bekerja selama ini, memberikan efek positif bagi kehidupan ekonomi mereka. Paling tidak mereka bisa mengambil nira kelapa dan mengolahnya menjadi gula jawa dalam jumlah yang banyak.

Keluarga inipun begitu taat dalam beribadah. Rumah sederhana ini diisi oleh dua kepala keluarga, seorang ayah dan anak laki-laki yang sudah memberikan cucu bagi ayahnya. Keduanya selalu mengingatkan warga lainnya untuk shalat tepat pada waktunya. Menjadi tokoh masyarakat yang dikenal integritas amalnya. Datang paling awal di mushola kecil kampungnya.

Setiap kali kita datang ke rumah, pasti banyak hal yang ditemui disana. Mulai dari cerita yang sarat hikmah, kehangatan keluarga yang patut diteladani, hingga berbagai “amunisi” perut yang nampaknya selalu disiapkan untuk tamunya. Keluarga ini benar-benar begitu pandai memuliakan tamu yang datang ke rumahnya.

Namun…mereka pun layaknya manusia lain yang Allah akan uji karena imannya. Erupsi merapi kemaren membuat puluhan pohon kelapa miliknya tidak bisa diambil niranya. Debu vulkanik membuat pelepah kelapa menjadi tidak kokoh sehingga rawan untuk mengambil nira pada saat-saat itu. Alhasil, sandaran hidup mereka pun tiada.Kondisi yang sama juga dirasakan semua warga. Sawah-sawah tertutup debu sehingga merusak berbagai tanaman, bahkan padi yang siap untuk dipanen. Semua warga dalam kondisi tegang dan kepanikan, karena bencana sekaligus penghidupan yang hilang.

Pada kondisi yang runyam seperti ini, ternyata keluarga ini justru memberikan keindahan akhlaq yang luar biasa. Karena nira kelapa adalah sandaran hidup satu-satunya, maka sang ayah yang sudah berumur tua itu membulatkan tekad untuk tetap naik ke semua pohon kelapa yang tersisa. Sedangkan sang anak, bersama pemuda lainnya, memimpin ekspedisi untuk memperbaiki mushola kecil yang biasa digunakan warga yang rusak terkena pohon yang tumbang. Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on January 27, 2011 in Kisah

 

K.C.B.

Sebulan yang berharga kemaren,nampaknya menjadi ajang hebat dalam sebuah peperangan. Ini bukanlah masalah syetan yang diikat dengan rantai atau surga yang di bukakan pintunya. Ada satu hal yang menarik untuk diamati dalam sebulan yang lalu di televisi yang notabene masih menjadi rujukan paling dekat bagi masyarakat kita dalam mencari hiburan.

Bicara masalah hiburan televisi, sinetron adalah bagian dengan porsi jumbo dari serangkaian acara di layar canggih itu. Dalam satu hari, bisa saja ada banyak sinetron yang diputar. Spesial pada bulan ramadhan, sinteron ini banyak yang mulai menghias diri. Menyesuaikan dengan suasana pasar yang mulai bernuansa religi. Maklumlah…tidak ada yang mau kehilangan pelanggan. Bahkan, dalam sebuah wawancara, seorang direktur rumah produksi, mengatakan target pertama semua hiasan ini adalah rating (hebat …boleh ni ditiru semangatnya ).

Pada kesempatan yang sama, sebuah stasiun televisi menayangkan sebuah sinetron ramadhan bertajuk cinta, yang terinspirasi dari film yang telah mendahuluinya. KCB…!!Sebuah karya seni drama yang konsisten membawakan cerita cinta. Bukan cinta biasa, melainkan pembelajaran cara membangun cinta yang sesuai dengan syariat Tuhannya.  Pada awalnya, saya termasuk yang tidak setuju jika ada sinetron seperti ini. Ada kekhawatiran, Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on September 20, 2010 in Kisah

 

Tabligh Akbar Spesial

Masih dari KKN 127…

Ada salah satu acara unik yang sempat diselenggarakan dalam masa-masa puncak KKN kemaren. Acara yang didesain sebagai penutupan perhelatan akbar pameran kelapa “CE 2010” itu nampak semakin bernuansa kesalihan. Bertepatan dengan perayaan kemerdekaan RI ke-65, KKN 127 sempat mengadakan Tabligh Akbar bersama masyarakat. Tabligh Akbar memang acara yang biasa, hanya saja formatnya kali ini cukup berbeda, tatkala berhasil bersimbiosis dengan budaya setempat.

Jika kita perhatikan, format tabligh akbar biasanya hanya dibuka dengan hiburan berupa alat pukul hingga berlanjut pada acara inti, yaitu mendengarkan. Terkesan ini adalah format baku yang tidak bisa diganggu lagi. Sangat kaku dan bisa jadi membosankan bila pada acara intinya benar-benar hanya mendengarkan. Inilah barangkali yang memancing pada da’I muballigh untuk berkreasi, salah satunya ditemui di acara yang kami buat. Acara ini menarik, paling tidak bagi saya yang kali pertama melihatnya.

Setelah menuntaskan beberapa musik pukul dan nasyid dadakan ala anak-anak KKN, Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on September 20, 2010 in Kisah

 

Nggo,,,Jepang Nggo..!

Salah satu kisah menarik yang dapat diabadikan dalam kesempatan KKN kali ini adalah kunjungan dari beberapa mahasiswa Jepang ke tempat KKN kami. Kisahnya bermula, dari kesuksesan kami semua menyelenggarakan Coconut Expo, sebuah terobosan singkat untuk memperkenalkan potensi pengolahan kelapa kepada khalayak umum.

Beberapa saat setelah penutupan acara tersebut, ternyata ada kabar gembira dari pembimbing, bahwa beberapa mahasiswa Jepang yang ada di kampus akan mengunjungi tempat KKN, entah kenapa?? Mungkin hanya sekedar tertarik, atau iseng karena mereka semua sedang liburan di Indonesia. Beberapa waktu kemudian, akhirnya dipastikan, aka nada 6 mahasiswa Jepang yang datang.

Beberapa persiapan untuk menyambut beberapa mahasiswa tersebut pun akhirnya dibuat. Dimulai dari pemilihan guide, mahasiswa yang bisa berbahasa jepang.Kebetulan ada seorang temen yang pernah “kesasar” di Hirosima, Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on September 20, 2010 in Kisah

 

Siapa TERORIS?

Kepolisian Indonesia nampaknya sedang menemukan kembali ritme keperwiraannya dengan keberhasilan Densus 88 meringkus “membunuh” teroris di Pamulang. Benarkah yang dibunuh adalah teroris? belum banyak fakta yang bisa digali hingga tulisan ini dibuat… Paling tidak, prestasi ini harus diapresiasi positif karena rating polri kembali naik paska kasus pertikaian dengan KPK akhir tahun 2009.

Mari kiita lihat dari sudut pandang yang sedikit berbeda…

Jika kita selama ini mengingat kasus penegakan terorisme di Indonesia, hampir semuanya selalu diakhiri degan pertumpahan darah dan hilangnya nyawa. Mungkin, actor intelektual bom bali lebih beruntung, karena tidak langsung dibunuh ditempat. Masih ada kesempatan sedikit untuk “menikmati” sel penjara walaupun beberapa bulan saja. Di luar itu, hampir semuanya berakhir tragis dan masyarakat hanya mendapat informasi teroris telah wafat. Selesai!

Pernahkah selama ini kita berpikir sejenak, darimana justifikasi teroris ini berasal? Orang yang diduga teroris memang tidak mungkin mengakui tindakannya adalah bagian dari aktivitas menteror manusia. Tapi, jika kita merunut lebih dalam lagi, kebanyakan justifikasi itu selesai di pihak penegak hukum. Media hanya membantu mempercepat akselerasi penyebaran berita, sehingga dalam sekejap seakan-akan masyarakat pun juga melakukan justifikasi yang sama. Alhasil, semuanya sependapat dengan justifikasi tersebut. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on March 10, 2010 in Kisah

 

Beranjak…

Sebuah kabar kemudian begitu saja menyeruak ke tengah-tengah segumulan manusia yang kebingungan. Hegemoni dunia akan kesenangan pesta terkadang membuat lupa sudah sejauh manakah hari ini posisi kita menlangkah. Entah kita sedang lupa atau memang sengaja melupakannya, semuanya begitu cepat berlalu, masa depan seakan begitu cepat akan tergapai…
Dimana posisi anda hari ini? Sebenarnya ini semua bergantung pada niatan anda di awal waktu. Jikalau hari ini anda sedang bersibuk ria dengan dengan semua aktivitas anda, wajar…mungkin anda dahulu berazam dengan sebuah cita yang tinggi menjulang…cita anda begitu luhur dan anda begitu focus padanya. Semua waktu anda, tercurah untuk mendapat hasil yang begitu sempurna…luar biasa…
Tidak ada yang salah dengan semua hal ini. Setiap manusia memang harus berkarya. Berkarya akan membuat manusia tergerak dan berupaya. Karya yang anda lakukan hari ini adalah buah dari sebuah visi besar dan agung sesuai dengan kacamata yang hari anda pakai. Setiap hentakan kaki dan tarikan nafas yang hari ini kita ambil, adalah sebuah kerja besar yang akan tertransformasi dalam sebuah hasil nyata di kemudian hari. Wouw…betapa bersemangatnya kita hari ini?
Lalu apalah kita semua…suatu hari datanglah saudara anda. Sekedar mengirim sebuah pesan singkat, basa-basi yang sebenarnya tak cukup banyak memberikan arti. Lalu anda pun menjawab dengan suara yang tak kalah jauh dengan sahabat anda. Hal ini terulang berkali-kali…Semuanya terjadi begitu saja tanpa ada waktu tersisa untuk sekedar merenung, kenapa semua ini hanya seperti ini…
Hingga akhirnya, sahabat anda dalam pesannya yang kesekian kali. Berucap bahwa ia sedang merindukan masa-masa dahulunya yang begitu riang. Ia berucap, bahwa ia sedang gundah, iri dengan semua pekerjaan yang hari ini telah anda lakukan. Akhirnya ia berucap bahwa ia telah terpaut jauh dengan anda. Ia merasa hari-harinya berlalu begitu saja…ia telah terperangkap dalam penjara dunia yang sebenarnya bisa dicegah.
Lalu apalah anda hari ini…sahabat anda mengungkapkan apa yang terjadi selama ini. Ternyata…anda begitu dirindukan olehnya. Sahabat anda begitu berhasrat bertemu dengan anda. Ia telah kesasar selama perjalanannya selama ini. Ia telah berhamburan entah kemana jiwanya. Ia berucap jujur pada pesan-pesannya pada anda, bahwa ia telah berbeda. Pikirannya entah kemana…
Lalu apalah anda…yang tetap sibuk denga urusan anda, yang hingga hari ini masih repot dengan berbagai agenda yang tak tahu kapan dan dimana ujungnya. Ternyata anda begitu berhusnuzon pada sahabat anda. Anda terlalu percaya bahawa sahabat anda akan baik-baik saja. Pesan-pesan keresahannya selama ini tidak mampu menghentikan anda barang sejenak, bahwa disana…sahabat anda sedang kesepian dan kebingungan entah mau kemana jalannya…
Apakah anda bangga dengan segala prestasi anda hari ini? Semangat anda dan prestasi anda hari ini ternyata begitu mahal, dan sangat mahal. Harga yang anda bayar atas semua yang hari ini anda raih. Harga yang harus anda gadaikan dengan segudang cakrawala dan makna. Bersapalah dengannya…siapa tahu sahabat anda belum melupakan anda. Siapa tahu sahabat anda belum mengubur harapan dan asanya akan indahnya karunia pernah berjumpa dan berkenalan dengan anda.
Segeralah berkemas,,,dan kembali buka kenangan anda. Segeralah bergegas, kembali bersapa dengan sahabat anda. Karena jika tidak, hanya akan berlari di tempat. Perjalanan anda hanya kana berputar-putar, hingga akhirnya anda akan lelah, dan kebingungan. Ajaklah teman anda untuk bersama-sama mendaki puncak kejayaannya. Karena anda tidak akan betah, berada di puncak prestasi hanya ditemani sendiri. [ afwan akhi…]

 
5 Comments

Posted by on May 23, 2009 in Kisah