Saya seorang anak sekolah menengah pertama.. jarak sekolah saya dengan rumah sekitar 20 km. Untuk sampai di sekolah, biasanya saya harus mendahului perjalanan panjang ini dengan sepeda sekitar 3 km. Maklum, desa saya belum dilewati bis antar kota saat itu. Sampai sekarang juga masih belum si..
Setelah sampai di penitipan sepeda, selanjutnya naek bus sampai ke kota, tepatnya di alun-alun kota. Untuk seterusnya jalan kaki sekitar 1,5 km hingga tiba di sekolah. Bila ingin pulang, harus jalan kaki dulu 1,5 km lagi ke terminal. Baru naek bis lagi hingga ke tempat penitipan sepeda dan, kita kayuh lagi sepedanya sampai rumah..
Jika lancar, biasanya berangkat dari rumah pukul 10.30 dan satu jam kemudian bisa lega bisa tiba di sekolah. Begitupun saat pulang, jika tidak ada hambatan, setelah bel pulang sekolah pukul 17.15 dibunyikan, harus segera menuju terminal agar tidak ketinggalan bis, dan sejam kemudian bisa segera makan di rumah.
Setiap hari kecuali hari Sabtu atau hari Libur aktivitas ini selalu dijalani, entah sedang panas terik ataupun sedang hujan gerimis. Entah apapun yang terjadi harus segera tiba di sekolah. Tidak usah repot-repot memikirkan terlambat, sekali saja ketahuan..wouww..hukuman guru BP siap menanti, sekaligus menambah catatan “dosa” di buku kuning. Continue reading
